BELINYU, BERITA MERDEKA online — Aktifitas penambangan bijih timah ilegal berskala besar yang dikoordinir oleh Ayak menjadi perhatian serius Dit Polairud Polda Kep Babel.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, bahwa ada 4 lokasi yang dikoordinir oleh Ayak yakni Pulau Punai, Batu Dinding, Batu Kerang, Berok.

Direktur Ditpolairud melalui Kasubdit Gakkum Polairud Polda Babel, AKBP Indra Feri Dalimunte saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/03/2023) pukul 10.30 WIB, mengatakan, pihaknya masih menunggu surat permintaan penertiban dari PT Timah.

“Kapanpun kami siap bergerak dan mengejar koordinator tambang ilegal ini, berhubungan masih berada di Zona IUP PT Timah, kami tunggu permintaan penertiban dari pihak PT Timah. Nanti saya coba komunikasi dengan pihak PT Timah.” ujar Perwira menegah berpangkat melati dua ini.

Indra juga menegaskan, pihaknya tak mentolerir siapapun yang berani menambang ilegal tanpa izin apalagi didalam zona IUP PT Timah.

“Ini nama koordinator sudah kami kantongi, saya perintahkan anggota untuk melakukan pengintaian. Kami tinggal menunggu perintah saja.”tegas dia.

Terkait dugaan oknum anggota terlibat aktifitas tambang ilegal, AKBP Indra enggan berkomentar. Dia mengarahkan tim BeritaMerdeka agar konfirmasi kepada pimpinan.

“Silahkan tanya pada pimpinannya langsung. Saya no comment soal itu.”cetusnya.

Sebelumnya, Pengakuan ayak sempat mengejutkan tim media Beritamerdeka saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp. Sabtu (11/03/2023) pukul 22.00, Dia membenarkan, bahwa aktifitas yang dikoordinir nya menggunakan sistem koordinasi dan bekerjasama dengan oknum APH.

“Iya kita kerja di dalam IUP PT Timah tapi menggunakan Sistem koordinasi, disamping itu ada cantingan untuk masyarakat dan cantingan untuk teman anggota ini. Karena teman anggota dari BKO Pamvobvit bantu informasi kalau ada razia tambang.”ungkap Ayak. (TIM)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.