SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan komitmennya untuk menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan dengan menggandeng Paralegal Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran program Relawan Paralegal Muslimat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Minggu (20/4).
“Kami senang karena mendapat tambahan energi dari Muslimat NU, apalagi mereka sudah menjadi paralegal resmi,” ujar Agustina.
Ia mengapresiasi terbentuknya 90 relawan paralegal terlatih yang siap memberikan pendampingan hukum dan edukasi kepada korban.
Agustina menegaskan Pemkot Semarang siap menjalin kerja sama yang lebih intensif, termasuk melibatkan anggota Muslimat NU secara luas.
Ia juga menyebutkan bahwa Semarang sudah memiliki sejumlah program inovatif seperti Puspaga, Forum Garpu Perak, Rumah Duta Revolusi Metal (RDRM), relawan SAPA, dan layanan hotline pengaduan.

Namun, ia menekankan perlunya penambahan jumlah tenaga penggerak untuk menjangkau lebih banyak korban.
“Advokasi terhadap korban sudah kami lakukan bersama NGO, tapi jumlah penggeraknya masih belum seimbang dengan jumlah kasus. Maka kita butuh lebih banyak penggerak,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Muslimat NU.
Ia menyebut partisipasi masyarakat sangat penting dalam menangani kekerasan, mengingat satu dari empat perempuan dan 51% anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan menurut survei nasional.
Program Paralegal Muslimat NU sendiri merupakan inisiatif dari PW Muslimat NU Jawa Tengah, didukung oleh Pemprov Jateng dan Kementerian PPPA. Relawan akan menjangkau kelompok rentan, termasuk perempuan, anak-anak, disabilitas, dan santri di pesantren.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan komunitas, Pemkot Semarang berharap upaya ini dapat menekan kasus kekerasan secara signifikan dan berkelanjutan.(day)




Tinggalkan Balasan