SEMARANG, Berita Merdeka Online — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama (MB) di Kelurahan Bangetayu Wetan, kecamatan Genuk, Kota Semarang.

KKN MB UIN Walisongo Semarang, di Kelurahan Bangetayu Wetan dimulai dari tanggal 2 Juli hingga 18 Agustus 2024.

Selasa (3/7/2024), Kelurahan Bangetayu Wetan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua LPMK, ketua TP PKK Kelurahan Bangetayu Wetan, Ketua FKK (Forum Kesehatan Keluarga), karang taruna, ketua RW di setiap dusun Kelurahan Bangetayu Wetan, serta beberapa perwakilan dari mahasiswa KKN MB UIN Walisongo Semarang.

Pada kesempatan ini, mahasiswa KKN MB UIN Walisongo Semarang diberi kesempatan untuk turut berkontribusi serta terjun langsung di masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan guna memberikan sosialisasi penggunaan gadget dengan bijak pada generasi muda.

Lurah Bangetayu Wetan, Taufik Rizkiyana, dalam sambutannya, menyampaikan tentang pentingnya bijak dalam menggunakan gadget.

“Bijak dalam penggunaan gadget sangat diperlukan untuk anak-anak muda saat ini,” katanya.

Sementara itu, perwakilan DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Yongki Suryanto Sardyuningtyas, menyampaikan bahwa orang tua harus turut serta mendampingi anak dalam menggunakan gadget.

“Sebagai orang tua, kita harus selalu mengawasi anak-anaknya dalam penggunaan gadget agar digunakan secara bijak. Karena tidak bisa dipungkiri lagi, hampir semua kegiatan kita sehari-hari sudah mulai bergantung dengan gadget. Untuk itu, penting adanya pengawasan yang lebih bagi anak-anak zaman sekarang. Tak hanya itu, penggunaan media sosial yang marak juga menjadi penyebab banyaknya masalah pornografi yang semakin meningkat,” ujar dia.

Ia menambahkan, dengan begitu, ada 4 (empat) hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media sosial di antaranya yaitu; pertama, kecakapan digital (digital skill).

“Digital skills dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dengan baik, hal ini termasuk keterampilan dalam menggunakan perangkat keras seperti komputer dan smartphone maupun perangkat lunak seperti aplikasi dan program komputer. Selain itu, digital skills juga mencakup cara efektif dalam mencari informasi menggunakan internet dan mesin pencari seperti Google,” kata dia.

Kedua, keamanan digital (digital safety), merupakan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab. Ketiga, budaya digital (digital culture).

“Budaya Digital merupakan pemahaman yang mencangkup aturan dan nilai-nilai yang berlaku di internet, serta menghargai keragaman dalam komunitas dengan orang dari berbagai latar belakang budaya,” kata dia.

Keempat, etika digital (digital ethics), merupakan kemampuan yang berkaitan dengan perilaku dan tindakan dalam menggunakan internet dan berbagai platform digital.

“Etika digital merupakan kemampuan yang berkaitan dengan perilaku dan tindakan yang etis ketika menggunakan internet dan berbagai platform digital,” kata dia

Lebih lanjut kegiatan sosialisasi pemberdayaan perempuan dan anak yang dilaksanakan di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan gadget dengan bijak, khususnya bagi generasi muda. Di samping itu, sosialisasi ini diharap juga dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi keluarga dan masyarakat Kelurahan Bangetayu Wetan.(day)