BREBES, Berita Merdeka Online – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes menggelar demonstrasi damai di kantor desa setempat, Rabu 8 Januari 2025.

Warga datang dari beberapa pedukuhan, dengan tujuan menuntut Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungoleng transparansi dalam pengelolaan Dana Desa, yang diduga penuh penyimpangan dan disalahgunakan, termasuk adanya pembangunan fiktif.

Para peserta aksi yang datang sebagian besar menggunakan roda dua dan roda empat, yang dilengkapi dengan pengeras suara serta berbagai pamflet dengan tulisan yang penuh kritik dan sindiran tajam.

Adapun pamflet diantaranya bertuliskan “Pemdes Kedungoleng Diduga Korupsi Anggaran Gedung Serbaguna di Dukuh Cigobang, “Dana Desa Disalurkan Bukan Untuk Rayahan”, ada juga nada “Pemdese Ora Lumrah, Masyarakate Gerah”.

Ketua Kordinator aksi, Karyoto di atas mobil melalui pengeras suara, menyampaikan imbauan berkali-kali, supaya masa tetap tertib, jangan terprovokasi, menjaga suasana tetap kondusif.

“Peserta aksi dengan sengaja membuat keributan, memprovokasi , tidak mentaati tata tertib yang sudah disepakati bersama, maka kami anggap itu penyusup, terpaksa dikeluarkan dari area aksi ini. Apabila ada perbuatan melawan hukum akan diserahkan kepada aparat penegak hukum,” jelas Karyoto.

Ia mengatakan, aksi ini tidak melanggar hukum dan dilindungi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dalam pasal 28E ayat 3, “bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.Ada juga UU Nomor 6 Tentang Desa tahun 2014,” desa menjamin partisipasi aktif masyarakat”.

Setelah berorasi, ketua beserta perwakilan aksi diterima oleh Kepala Desa Kedungoleng, didampingi perangkat desa terkait, ketua BPD, ada juga ketua BUMDES, pendamping desa dan Forkopincam Paguyangan, untuk berdialog serta tanya jawab terkait Dana Desa.

Kordinator aksi Karyoto, dalam dialog menyampaikan, berdasarkan info grafis pihaknya menemukan banyak sekali dugaan penyalahgunaan dana desa, yang diperuntukkan untuk pembangunan fisik maupun non fisik.

Ada 9 poin menjadi isu utama sorotan peserta aksi terkait fisik diantaranya, pembangunan gedung serba guna Cigobang, bronjong Bendungan Glutuk, lapangan sepak bola, MCK kantor desa, jembatan Cikuya dan lainnya.

Kepala Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan Brebes, menjawab dan menjelaskan terkait pengelolaan Dana Desa

Menurutnya,ia dan warga ingin keterbukaan serta kejujuran Pemdes, karena Pembangunan fisik ada katagori fiktif, mangkrak, terkesan diundur ditunda-tunda, pembangunan tidak ada papan informasi, pembangunan diborongkan, dimonopoli dikerjakan oleh kepala desa.

Adapun yang menjadi sorotan peserta aksi lainnya yaitu, tidak Transparansinya penggunaan dana desa non-fisik diantaranya, pemberdayaan pemuda/perempuan, dukungan anak putus sekolah, anak dewasa tidak sekolah, PMT stunting, peningkatan kapasitas perangkat desa dan lainnya.

Sementara itu, dalam momen dialog Kepala Desa Kedungoleng Tasir, S.Pd., menanggapi dan memberikan penjelasan apa yang dipertanyakan ketua aksi mengenai pengelolaan Dana Desa baik untuk fisik dan non fisik, kemudian pihaknya siap diaudit.

“Untuk lebih transparan dalam pengelolaan Dana Desa, kami akan terbuka kepada pihak manapun dan Pemdes siap diaudit,” jelas Kepala Desa Kedungoleng Tasir, S.Pd.

Dalam dialog disesi tanya jawab sempat beberapa kali terjadi ketegangan, karena masa aksi kurang puas atas jawabannya kepala desa,dan perangkat desa terkait,tetapi suasana tetap kondusif. Ketua aksi Karyoto dengan tegas supaya peserta aksi tetap tenang dan cinta damai.

Untuk mengantisipasi potensi kericuhan dan gangguan lainnya,aksi unjuk rasa damai warga Kedungoleng dijaga ketat dari aparat kepolisian serta TNI. Kegiatan aksi dari awal sampai akhir berlangsung dengan kondusif.

“Kami sampaikan trimakasih dan apresiasinya kepada seluruh peserta aksi.Dalam menyampaikan aspirasinya tetap tertib sesuai dengan arahan ketua aksi, sehingga pelaksanaan kegiatan aman, kondusif, berjalan dengan baik,” ungkap Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, S.H., M.H. (Wawan Bambang AK)