Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online — Suasana penuh kegembiraan dan keakraban mewarnai tasyakuran penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026).
Warga bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, perangkat desa serta berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan. Tasyakuran menjadi ungkapan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan bersama.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah prosesi pemotongan tumpeng. Tumpeng yang telah disiapkan menjadi simbol rasa syukur sekaligus gambaran kuatnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat Desa Cukil.
Keceriaan terlihat dari wajah warga yang mengikuti acara. Setelah selama beberapa pekan berinteraksi dan bergotong royong bersama personel Satgas TMMD, masyarakat kini harus menerima kenyataan bahwa program tersebut telah resmi berakhir.
“Alhamdulillah, kami sangat bahagia dan bersyukur karena seluruh rangkaian TMMD dapat berjalan dengan baik. Kebersamaan bersama bapak-bapak TNI memberikan kesan yang sangat berarti bagi warga Desa Cukil,” ungkap salah seorang warga.
Bagi masyarakat, TMMD bukan hanya tentang pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni maupun berbagai sasaran fisik lainnya. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat juga menghadirkan hubungan sosial yang semakin dekat.
Selama pelaksanaan program, warga dan prajurit bekerja bersama, saling membantu serta bergotong royong menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Kebersamaan tersebut menjadi pengalaman berharga yang meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.
Dalam suasana tasyakuran, pemotongan tumpeng menjadi simbol berakhirnya rangkaian pengabdian sekaligus harapan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Warga pun diingatkan untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui TMMD. Jalan yang telah dibangun, rumah yang telah diperbaiki serta berbagai fasilitas lainnya diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Penutupan TMMD ke-129 juga menjadi momentum untuk mempertahankan semangat gotong royong yang telah tumbuh di Desa Cukil. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat diharapkan tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya program.

Dengan senyum, doa dan rasa syukur, warga Desa Cukil mengikuti prosesi potong tumpeng. Sebuah tradisi sederhana yang menjadi penanda berakhirnya TMMD ke-129, namun sekaligus menjadi awal untuk melanjutkan semangat membangun desa secara bersama-sama.
Reporter: Ikhsan
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan