SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Raya Solo–Semarang, wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (29/1) pagi.

Insiden tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dengan truk pengangkut gas elpiji dan menyebabkan pengendara motor meninggal dunia.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, korban diketahui berinisial E.S. (23), seorang mahasiswa asal Papua.

Hingga kini, aparat masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait data pendidikan dan domisili lengkap korban.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani menjelaskan, kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor berusaha mendahului truk bermuatan elpiji bernomor polisi H 8271 HC yang dikemudikan Gunadi (30), warga Kabupaten Semarang.

Namun ketika proses menyalip berlangsung, sepeda motor korban diduga kehilangan keseimbangan.

Motor yang tidak stabil tersebut kemudian oleng dan terjatuh tepat di jalur kendaraan besar di sampingnya.

Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan pun tak dapat dihindari. Korban mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Petugas Satlantas Polres Semarang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan area, serta mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas.

Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga dimintai keterangan guna memperjelas kronologi kejadian.

Saat ini, truk dan sepeda motor yang terlibat telah diamankan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Semarang sebagai barang bukti.

Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, situasi jalan, dan unsur kelalaian pengendara.

Kepolisian mengingatkan para pengguna jalan agar lebih waspada ketika hendak mendahului kendaraan, khususnya truk atau kendaraan berdimensi besar.

Memperhitungkan jarak, kecepatan, serta ruang pandang dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.

 

Editor: Mualim