* Nelayan Minta Presiden Jokowi dan Kapolri Bertindak
* Tambang Ilegal Beroperasi Dizona Tangkapan Ikan Nelayan
* Direktur Ditpolairud Polda Babel Janji Tindak Tegas 4 Koordinator TI Ilegal

PANGKALPINANG- Publik mempertanyakan keseriusan Pj Gubernur Kep Babel Ridwan Djamaluddin dan Kapolda Kep Babel Irjen Pol Yan Sultra dalam menindak tegas penambang ilegal.

Pasalnya, ratusan ponton jenis tower milik penambang ilegal diperairan Teluk Kelabat Dalam semakin marak tanpa adanya tindakan aparat penegak hukum diwilayah itu. Senin (20/02/2023)siang

Dengan sikap tegas, Nelayan menyatakan, tidak pernah memberikan persetujuan terkait aktifitas tambang ilegal dizona tangkapan ikan.

“Tidak ada sosialisasi dari penambang ilegal, mereka bekerja tanpa izin nelayan sekitar.“ ungkap Nelayan Pusuk KN kepada tim Beritamerdekaonline. Senin (20/02/23), sekira pukul 15.30. Wib

Dia menjelaskan, bahwa aktivitas tambang ilegal dikoordinir oleh 4 orang berinisial GUNO, EENG, DODO dan SUWAN.

“Sistem mereka mengambil pasir timah 30% dari para penambang ilegal, dari itulah mereka menyetor koordinasi ke oknum aparat berinisial RN dan BGS .”bebernya.

Disamping itu, Nelayan Pusuk menagih janji Kapolda dan Pj Gubernur Kep Babel untuk menindak tegas penambang ilegal.

“Mana janji Kapolda dan Pj Gubernur mau menindak tambang ilegal, ini ratusan ponton tower masih adem-adem bekerja tanpa disentuh APH.”sesalnya.

“Kami sudah berulangkali melaporkan tambang ilegal ini. Kemarin ada yang ditangkap, tapi muncul lagi pengurus baru yang masih bekerja.”tambah KN.

Dengan alasan itu, dirinya meminta awak media agar menyampaikan keluhan warga nelayan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri.

“Kami minta tolong kepada Bapak wartawan agar memberitakan keluhan para nelayan agar aktifitas tambang laut ilegal dapat segera dihentikan.” tukasnya.

— DIREKTUR Polairud Kep Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Tri Wayugo angkat bicara terkait ramainya pemberitaan media massa soal aktifitas tambang timah ilegal yang kian marak di perairan Teluk Kelabat Dalam.

Kombes Pol Agus Tri Wayugo menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap 4 koordinator tambang ileggal berinisial DD, GN, SWN dan EE tersebut.

“Kita sudah berulangkali melakukan langkah penegakan hukum terhadap penambang ilegal diperairan ini. Saya akan check kembali informasi 4 koordinator ini.”tegasnya.

Sementara itu, oknum anggota berpangkat perwira berinisial RN membantah terlibat aktifitas tambang ilegal tersebut. Tetapi dirinya mengenal koordinator berinisial DD dan SWN.

“Tidak benar itu. Kalau backup saya gak punya kapasitas dan kekuatan untuk membackup. Untuk mengenal ia saya mengenal, karena setiap pertambangan kami ada datanya baik di Sungailiat maupun di Belinyu. merekapun salah satu sudah ada di data internal kami.”kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, oknum aparat perwira berinisial BGS juga mengelak disebut-sebut terlibat aktifitas tambang ilegal tersebut.

“Wah kok gitu informasi nya bang, tolong jangan dinaikkan dulu beritanya. saya lagi dijalan ke Sungailiat, nanti saya hubungi lagi.” ungkapnya.

Sampai berita ini ditayangkan, tim media berupaya meminta tanggapan Pj Gubernur Kep Babel Ridwan Djamaluddin dan Kapolda Kep Babel Irjen Pol Yan Sultra terkait maraknya aktifitas tambang ilegal tersebut.(S4F/Tim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.