Agam, Sumbar (beritamerdekaonline.com) – Tim Safari Ramadan XII Kabupaten Agam yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, SE, M.Com, mengunjungi Masjid Al Falah di Nagari Durian Kapeh Durussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, Sabtu (8/3/2025). Kedatangan rombongan disambut hangat oleh warga setempat, termasuk Wali Nagari Andri, tokoh adat, alim ulama, Bundo Kanduang, serta pemuda nagari.
Dalam rombongan Tim XII turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Rahman, S.IP, MM; Anggota DPRD Agam H. Gema Saputra, ST; Kepala Badan Pendapatan Daerah Endrimelson, S.Kom, M.Si; Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Drs. Dedi Asmar; serta sejumlah pejabat lainnya dari unsur Forkopimcam.
Warga Keluhkan Abrasi Sungai dan Jembatan Rusak
Dalam pertemuan tersebut, Wali Nagari Andri mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terkait abrasi Sungai Batang Tiku yang terus menggerus bantaran hingga mengancam permukiman warga. Kondisi ini semakin diperparah dengan rusaknya jembatan di jalur lintas utama yang menjadi akses vital bagi masyarakat.
“Kami khawatir abrasi terus terjadi dan mengancam rumah warga di sepanjang aliran sungai. Selain itu, kondisi jembatan utama sudah sangat memprihatinkan. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret,” ujar Andri.
Pemerintah Siap Tindak Lanjuti
Menanggapi aspirasi warga, Wakil Bupati Muhammad Iqbal menegaskan komitmen Pemkab Agam dalam menangani permasalahan tersebut. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Kami akan menindaklanjuti masalah ini dan memastikan langkah penanganan segera dilakukan agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” tegas Iqbal.
Bantuan Rp15 Juta untuk Masjid Al Falah
Selain berdialog dengan warga, Tim Safari Ramadan juga menyerahkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Al Falah. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian fasilitas ibadah bagi masyarakat Durian Kapeh.
“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan pembangunan masjid segera rampung agar dapat digunakan dengan lebih nyaman,” tambahnya.
Safari Ramadan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan langsung kepada pemerintah, sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan suci. (KN)





Tinggalkan Balasan