Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, saat membuka Musrenbang Terintegrasi 2025, menekankan enam prioritas pembangunan di hadapan peserta Musrenbang, Selasa (11/3/2025).

Payakumbuh, beritamerdekaonline.com – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan enam poin utama yang harus menjadi prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Terintegrasi 2025. Hal ini ia sampaikan saat membuka Musrenbang yang mengusung tema “Peningkatan Kualitas SDM dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing”, Selasa (11/3/2025).

Enam Prioritas Wali Kota dalam Musrenbang

Dalam sambutannya, Zulmaeta mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Musrenbang sebagai forum tertinggi dalam menjaring aspirasi masyarakat terkait pembangunan daerah.

“Musrenbang adalah momentum strategis dalam menentukan arah pembangunan. Aspirasi masyarakat harus menjadi landasan utama dalam penyusunan program ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia merinci enam prioritas utama dalam Musrenbang Terintegrasi 2025:

1. Musrenbang sebagai Forum Aspirasi Masyarakat Wali Kota menegaskan bahwa Musrenbang harus menjadi wadah utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

2. Penyusunan Usulan yang Realistis Setiap usulan dalam Musrenbang harus mengacu pada kemampuan keuangan daerah dan sejalan dengan tema pembangunan tahun ini.

3. Efisiensi dan Akuntabilitas Segala program yang dirumuskan harus memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, serta sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku.

4. Pemetaan Sumber Pendanaan Kegiatan yang diusulkan harus dipetakan secara profesional, baik yang akan dibiayai melalui APBD Kota, APBD Provinsi, maupun APBN.

5. Sinkronisasi dengan Kebijakan Pusat dan Provinsi Setiap program harus selaras dengan arahan Presiden, Gubernur Sumatera Barat, serta kebijakan dari Bappeda Provinsi Sumatera Barat.

6. Integrasi dengan Hasil Reses DPRDU sulan dalam Musrenbang juga harus mempertimbangkan berbagai masukan dari pertemuan resmi, hasil reses DPRD, serta kesepakatan dengan para legislator.

Musrenbang Terintegrasi dan Upaya Penurunan Stunting

Selain fokus pada perencanaan pembangunan, Musrenbang tahun ini juga bertepatan dengan rembuk stunting sebagai langkah strategis menurunkan angka stunting hingga 13% di Kota Payakumbuh.

“Melalui Musrenbang ini, kita akan menyusun prioritas yang nantinya diakomodir dalam rencana kerja SKPD tahun 2026,” tambah Zulmaeta.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memastikan pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung bagi warga.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” tandasnya.

Dukungan DPRD untuk Pembangunan Kota

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman, mengapresiasi Pemko Payakumbuh atas penyelenggaraan Musrenbang dan menegaskan pentingnya arah pembangunan yang jelas.

“Kami berharap program yang telah dirancang benar-benar terfokus pada peningkatan kualitas SDM serta pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berdaya saing,” ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi A, B, dan C DPRD Kota Payakumbuh, Forkopimda Kota Payakumbuh, pimpinan perguruan tinggi, Sekretaris Daerah, kepala OPD, lurah se-Payakumbuh, serta berbagai tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. (FD)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.