SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota Semarang menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) ASN di lingkungan Pemkot Semarang dengan menekankan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara selektif dengan tetap memastikan layanan vital kepada masyarakat berjalan optimal.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penghematan tidak dilakukan secara menyeluruh tanpa mempertimbangkan fungsi pelayanan.

Menurutnya, langkah pengurangan konsumsi BBM saat ini tengah dikaji secara detail agar tepat sasaran. Ia menekankan bahwa tidak semua sektor dapat diperlakukan sama, terutama layanan strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Yang bisa dihemat, dihemat. Tapi jangan sampai mengurangi layanan,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, sejumlah layanan penting seperti operasional kendaraan untuk pengendalian inflasi tetap diprioritaskan dan tidak mengalami pengurangan. Hal ini dilakukan agar stabilitas harga dan distribusi kebutuhan pokok di Kota Semarang tetap terjaga.Agustina Wilujeng Pramestuti

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi ini juga tidak serta-merta memangkas alokasi BBM secara merata pada seluruh kendaraan dinas.

Pemkot Semarang mempertimbangkan fungsi dan urgensi penggunaan kendaraan sebelum menentukan besaran pengurangan.

“Kalau semua dipukul rata, itu tidak tepat. Ada layanan yang memang harus tetap penuh operasionalnya,” katanya.

Selain itu, kebijakan WFH juga diarahkan untuk mendukung efisiensi energi, khususnya dalam mengurangi mobilitas pegawai. Namun demikian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu.

Ia menegaskan, Pemkot Semarang saat ini masih melakukan perhitungan menyeluruh terkait skema penghematan BBM.

“Prinsip utamanya adalah efisiensi yang terukur, tanpa mengorbankan kualitas layanan, terutama pada sektor-sektor vital yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.(day)