SEMARANG, Berita Merdeka Online – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) sekaligus pengukuhan pengurus baru DPP P2RPTI periode 2025–2030. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, pada Selasa (30/12/2025).
Ketua Umum DPP P2RPTI, Dr. H. Suratno Syukron, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda besar ini mengusung tema “Optimalisasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)”.
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat peran pabrik rokok dan petani tembakau di tengah dinamika industri hasil tembakau nasional.
“Pengukuhan ini diharapkan memberi legitimasi yang lebih kuat agar organisasi dapat berjalan semakin stabil. Melalui Mukernas, kami juga menawarkan berbagai program yang mendorong semangat juang petani tembakau dan pengusaha rokok dalam menunjang ketahanan pangan nasional,” ujar Suratno saat geladi bersih di Wisma Perdamaian, Senin (29/12/2025) malam.
Mukernas rencananya akan dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus DPP, DPD se-Indonesia, serta sejumlah undangan dari instansi strategis. Khusus untuk DPC, panitia mengundang perwakilan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sejumlah pejabat juga telah mengonfirmasi kehadiran, di antaranya Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Wakil Gubernur Jawa Tengah yang hadir mewakili Gubernur, Dirjen Bea Cukai wilayah Jawa Tengah, serta Kapolda dan Pangdam. Selain itu, para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah juga turut diundang.
Sementara itu, beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang dipastikan hadir diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, NTB, hingga NTT. Adapun DPD Sulawesi Selatan dan lainnya akan mengikuti kegiatan secara virtual. Untuk Kepengurusan tingkat provinsi sendiri saat ini sudah terbentuk 26 DPD.
Dr. Suratno menegaskan bahwa kehadiran Dirjen Bea Cukai dalam Mukernas ini menjadi momentum penting untuk mendorong sinergi pemanfaatan DBHCHT secara tepat sasaran.
Ia menyebut keberadaan P2RPTI sangat strategis dalam mendampingi pabrik rokok, termasuk rokok non-cukai, agar dapat bertransformasi menjadi produk bercukai dan memberikan kontribusi pada pendapatan negara.
“Terkait target Mukernas, yang pertama adalah memperkuat legitimasi organisasi setelah pelaksanaan Munas. Kedua, pengukuhan pengurus dan Rakernas sebenarnya dapat digelar terpisah, namun demi efisiensi keduanya kami padukan agar hasilnya maksimal,” pungkasnya.
Editor: Mualim
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan