Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Sebanyak 21 putra-putri terbaik lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu resmi diberangkatkan untuk bekerja di Jepang melalui program kerja sama internasional yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama mitra industri Jepang. Pemberangkatan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus membuktikan bahwa lulusan SMK di Bengkulu mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui bekal kompetensi, keterampilan, penguasaan bahasa asing, serta etos kerja yang telah dipersiapkan secara matang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri.


‎Prosesi pelepasan berlangsung dalam apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (6/7), yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mewakili Gubernur Bengkulu. Momen tersebut tidak hanya menjadi seremoni keberangkatan para lulusan menuju Jepang, tetapi juga menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membuka akses kerja luar negeri bagi generasi muda melalui pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri global.



‎Program penempatan tenaga kerja ke Jepang ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dengan GAIA International Japan melalui PT Mulia Mandiri Abadi Tasikmalaya. Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan sekitar 1.200 lulusan SMK, SMA, hingga perguruan tinggi memperoleh kesempatan bekerja di Jepang dengan sistem kontrak selama lima tahun yang dapat diperpanjang sesuai kebutuhan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

‎Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa lulusan SMK saat ini tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja di dalam negeri, melainkan juga diproyeksikan menjadi tenaga kerja profesional yang mampu berkompetisi di tingkat internasional. Menurutnya, keberangkatan 21 lulusan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Bengkulu telah menunjukkan hasil nyata melalui peningkatan kualitas lulusan yang sesuai dengan standar industri global.

‎Ia mengatakan kesempatan bekerja di Jepang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman kerja, menguasai teknologi modern, memperdalam kemampuan bahasa asing, serta membangun karakter disiplin dan tanggung jawab yang menjadi ciri khas budaya kerja Jepang.

‎Herwan juga mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik Provinsi Bengkulu dan Indonesia selama bekerja di luar negeri. Ia berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Indonesia, mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Jepang, serta menunjukkan sikap jujur, disiplin, profesional, bertanggung jawab, dan memiliki semangat pantang menyerah dalam menjalankan pekerjaan.

‎”Anak-anakku yang saya banggakan, hari ini bukanlah akhir dari perjalanan kalian, tetapi awal dari pengabdian dan perjuangan di negeri orang. Kalian membawa nama baik Bengkulu dan Indonesia. Tunjukkan bahwa lulusan Bengkulu mampu bekerja secara profesional dan dipercaya oleh dunia internasional,” ujar Herwan Antoni.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK melalui pendidikan berbasis industri internasional.

‎Menurutnya, pada angkatan pertama tahun 2025 sebanyak 86 peserta mengikuti program pelatihan intensif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 peserta telah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dan dinyatakan siap diberangkatkan ke Jepang, sedangkan peserta lainnya masih menjalani proses pelatihan sesuai standar yang telah ditetapkan.

‎Zulhendri menjelaskan bahwa seluruh peserta memperoleh pembinaan melalui Kelas Industri Jepang Daikokuten School di LPK Mulia Mandiri Abadi, Tasikmalaya, yang bekerja sama dengan GAIA International Japan. Selama mengikuti pelatihan, peserta dibekali kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan, pembentukan karakter, disiplin, serta budaya kerja yang diterapkan di perusahaan-perusahaan Jepang.

‎Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi faktor penting agar para lulusan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya masyarakat Jepang, serta memenuhi kebutuhan industri yang dikenal memiliki standar tinggi dalam kualitas pekerjaan.

‎Sebanyak 21 peserta yang akan diberangkatkan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 berasal dari lima SMK di Provinsi Bengkulu, yaitu SMKN 1 Rejang Lebong sebanyak tujuh orang, SMKN 4 Rejang Lebong enam orang, SMKN 5 Bengkulu Utara lima orang, SMKN 5 Kota Bengkulu dua orang, dan SMKN 3 Bengkulu Selatan satu orang.

‎Selain pemberangkatan tersebut, Zulhendri mengungkapkan bahwa pada akhir Oktober hingga November 2026 direncanakan kembali dilakukan pemberangkatan sekitar 20 peserta lainnya yang saat ini masih menyelesaikan proses pembinaan.

‎Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah menyiapkan rekrutmen angkatan kedua pada tahun 2026 dengan target sekitar 600 peserta baru dari lulusan SMK, SMA, dan perguruan tinggi untuk mengikuti program serupa. Program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi generasi muda Bengkulu sekaligus menekan angka pengangguran melalui penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

‎Tidak hanya Jepang, pemerintah daerah juga mulai mendorong terbukanya peluang pendidikan dan pekerjaan ke negara lain seperti Jerman melalui program Ausbildung yang menggabungkan kuliah dan bekerja, serta peluang studi di Tiongkok yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bengkulu di tingkat global.

‎Sementara itu, salah satu sekolah yang kembali berhasil mengirimkan lulusannya ke Jepang adalah SMKN 5 Kota Bengkulu. Kepala SMKN 5 Kota Bengkulu, Apandi, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan dua siswanya yang lolos dan siap bekerja di Jepang.

‎”Saya berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan, penguasaan bahasa asing, serta karakter disiplin sehingga mampu mengikuti jejak para alumni yang telah berhasil menembus dunia kerja internasional,” harapnya.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.