BOJONEGORO, Flamboyannews.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dari rangkaian pengabdian tersebut.

Sebanyak 50 bibit pohon ditanam secara gotong royong dalam kegiatan penghijauan yang melibatkan Satgas TMMD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, mahasiswa, serta masyarakat, Jumat (7/8/2026).

Lima jenis pohon dipilih dalam kegiatan tersebut, yakni trembesi, flamboyan, tabebuya, pule, dan mahoni. Penanaman dilakukan di sejumlah kawasan yang dinilai strategis bagi lingkungan desa.

Tiga lokasi menjadi sasaran utama, yaitu kawasan embung desa, kawasan KDKMP, dan bantaran Sungai Kesongo.

Penanaman di sekitar embung diharapkan membantu memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga lingkungan sumber air. Sementara di kawasan KDKMP, keberadaan pohon diharapkan menciptakan suasana yang lebih teduh dan asri.

Adapun penanaman di bantaran sungai diarahkan untuk membantu mengurangi potensi erosi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar aliran sungai.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menegaskan bahwa keberhasilan penghijauan tidak berhenti ketika bibit selesai ditanam.

Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah memastikan tanaman tersebut dapat tumbuh dan berkembang, terutama menghadapi kondisi cuaca yang panas dan kebutuhan air selama musim kemarau.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon-pohon ini. Jangan sampai bibit yang sudah ditanam menjadi sia-sia karena tidak disiram atau dirawat,” kata Kusnadi.

Ia berharap gerakan penghijauan dapat terus berkembang dan tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Kesadaran warga untuk menanam dan merawat pohon secara mandiri dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau.

“Kalau setiap warga menanam minimal satu pohon setiap tahun, saya yakin Desa Kesongo akan semakin hijau, teduh, dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Bojonegoro, Imam Purnomo, mengatakan ukuran keberhasilan program penghijauan bukan semata-mata jumlah bibit yang ditanam.

“Yang paling penting bukan berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi berapa banyak yang bisa tumbuh dan menjadi pohon,” jelasnya.

Imam mengingatkan, perawatan menjadi faktor penting karena bibit yang baru ditanam cukup rentan terhadap kondisi kemarau. Karena itu, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan perawatan.

Menurutnya, penghijauan di kawasan embung juga memiliki manfaat ekologis, termasuk membantu memberikan keteduhan dan memperkuat struktur tanah agar lebih terlindungi dari erosi.

Ia turut mengapresiasi Desa Kesongo yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD ke-129 sekaligus memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan.

Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, menambahkan bahwa penghijauan merupakan bagian dari semangat TMMD dalam membangun desa secara menyeluruh.

“TMMD bukan hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan tempat masyarakat tinggal. Dengan sinergi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat, kami berharap Kesongo semakin hijau dan nyaman,” tuturnya.

Gerakan menanam pohon tersebut menjadi pelengkap pembangunan TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Jika pembangunan jalan dan fasilitas umum menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat, pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan menjadi warisan lingkungan yang manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka panjang.

 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.