Flamboyannews.com, Bojonegoro — Sebelum sebatang pohon tumbuh dan memberi keteduhan, ada pekerjaan yang harus lebih dulu dilakukan: menyiapkan tempat untuk akarnya berpijak.
Pemandangan itu terlihat di sepanjang tanggul sungai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi, bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro turun langsung membuat lubang-lubang tanam sebagai persiapan penghijauan kawasan tersebut, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Di tengah padatnya pembangunan infrastruktur, perhatian terhadap kondisi lingkungan turut menjadi sasaran yang tidak kalah penting.
Serka Lasmidi bersama petugas DLH tampak bekerja secara bergantian menyiapkan titik tanam. Lubang dibuat pada lokasi yang telah ditentukan agar bibit pohon nantinya dapat ditanam secara teratur dan mudah dirawat.
Bagi Satgas TMMD, penghijauan bukan sekadar mempercantik lingkungan. Vegetasi di kawasan tanggul diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tanah dan mengurangi risiko erosi, terutama ketika debit air sungai meningkat.
“TMMD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan maupun fasilitas umum. Menjaga lingkungan juga bagian dari upaya membangun desa agar tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Serka Lasmidi.
Menurutnya, keberadaan pepohonan di sekitar tanggul juga memiliki manfaat ekologis lain. Selain membantu menjaga tanah, pepohonan dapat mendukung resapan air, menciptakan lingkungan yang lebih teduh, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Namun, pekerjaan tersebut tidak berhenti setelah bibit ditanam.
Serka Lasmidi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam merawat tanaman yang nantinya tumbuh di sepanjang tanggul.
“Yang paling penting setelah penanaman adalah perawatan. Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon-pohon ini agar bisa tumbuh dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Kolaborasi Babinsa dan DLH tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Infrastruktur fisik tetap penting, tetapi keberlanjutan lingkungan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Di Desa Kesongo, lubang-lubang tanam yang dibuat hari itu mungkin terlihat sederhana. Namun dari titik-titik kecil tersebut, tersimpan harapan agar tanggul tetap terjaga, lingkungan semakin hijau, dan desa memiliki perlindungan alami yang manfaatnya dapat dirasakan generasi berikutnya.
Melalui TMMD ke-129, semangat membangun tidak hanya diwujudkan dengan beton dan semen, tetapi juga dengan menanam kehidupan untuk masa depan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan