Muarateweh, beritamerdekaonline.com — Keperdulian masyarakat tentang pembangunan Desa dengan melaporkan kinerja aparat Desa yang dianggap melakukan penyelewengan, tidak transfran dalam pelaksanaan setiap pembangunan di Desanya pantas diapresiasi, hal itu sangat penting dilakukan masyarakat sebagai pengawas agar kedepannya oknum- oknum terkait tidak semena- mena menggunakan anggaran Dana Desa yang dikuncurkan Pemerintah.

Terkait masalah pembangunan Desa salah satu warga inisial HR ( Senin 5/
Des/2022) saat ditemui Bmonline, mengatakan dia sebagai putra asli Desa Tembaba Kec. Gunung Purei Kab.Barito Utara benar telah melaporkan dugaan penyelewenagan pembangunan di Desanya kepada Inspektorat Kab Barito Utara pada tanggal 29 /Agustus/2022 dan tembusan Bupati, Kejaksaan, Kapolres, BPMD, bahkan Kementeriaan Desa, KPK dan Ombudsman RI.

Laporan terpaksa dibuat karena pembangunan di Desanya diduga banyak yang belum tuntas seperti bangunan kantor Desa dua lantai yang dibangun (2017-2018) dana kurang lebih Rp 700.000 mangkrak, keberadaan Bumdes mati suri padahal modalnya memadai dengan menyediakan al: pengadaan racun rumput, super park, air, tabung gas, alat ATK, tabung gas dan pulsa elektrik, simpan pinjam.

Kemudian pelapor menambahkan bangunan Listrik Desa dan bangunan aset Desa lainnya dibangun diatas tanah Sekolah, juga bangunan Bumdes dan isi ulang air bersih diduga didirikan diatas tanah orang dan belum jelas bagaimana perjanjiannya.

Pelapor mengakui buntut dari laporannya petugas sudah pernah turun ke Desanya namun sampai hari ini belum tau tindak lanjutnya. Saya sebagai masyarakat biasa dan yang bermukim di Desa berharap agar pemerintah segera menindak lanjuti keberadaan pembangunan dilapangan, karena pemerintah menguncurkan Dana Desa bertujuan membangun Desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Inspektur Barito Utara Drs. Elpi Elpanop melalui
stafnya IRBAN I mengatakan benar laporan warga Desa Tembaba sudah masuk ke pihaknya namun tindak lanjutnya itu ranah pimpinan yang bisa menjawabnya pada media, maaf mas kami sebagai staf gak berani memberikan jawaban tunggu inspektur aja jawabnya singkat. Sebelumnya beberapa kali media ini menemui inspektur namun sangat disayangkan jarang ditempat beberapa anak buahnya beralasan bapak lagi ngurus persiapan pensiun diluar.

Dengan adanya laporan warga sampai berita ini diturunkan belum berhasil mendapat tanggapan dari pemerintah desa Tembaba maupun mantan kepala Desa yang menjabat sebelumnya.(carli)