SAMOSIR, Beritamerdekaonline.com — seorang prajurit TNI asal Kabupaten Samosir, Sertu Roybertus Simbolon dari Satgas YPR 305/Tengkorak, yang dikabarkan gugur dalam baku tembak TNI dengan KKB di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Minggu (9/4) sore.

Ayah kandung dari Almarhum, Jimat Hugo Simbolon (56), didampingi istri Tiomas Naibaho (53), saat ditemui dirumah duka, kepada awak media menyebut kepergian Roybertus Simbolon meninggalkan luka yang mendalam buat keluarga, Selasa (11/4).

“Dia anak kedua dari tiga bersaudara,” Ujar Jimat Hugo.

Ia mengatakan semasa hidup, alm Roybertus Simbolon merupakan sosok yang disiplin dan taat beragama. Jimat Hugo menjelaskan awal mula ketertarikan Almarhum berawal sejak mengikuti perlombaan gerak jalan antar sekolah, saat duduk dibangku SMA.

“Sejak itu dia bilang ke saya, kalau dia bercita-cita menjadi tentara,”terangnya.

Alm Roybertus Simbolon merupakan putra kelahiran Dusun III Sitao-tao, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, pada 24 Oktober 1994. Lulus dari SDN Sitao-tao pada 2017, lulus SMPN 2 Pangururan tahun 2010, lulus SMA St Mikhael Pangururan pada tahun 2013, dan masuk TNI pada 14 Maret 2015 yang lalu.

“Dia punya adik yang kini bertugas di kepolisian,”kata Jimat Higo.

Ayah almarhum mengatakan bahwa Roybertus Simbolon telah melangsungkan pernikahan dengan Marlita Silalahi di Kabupaten Samosir pada 2021 yang lalu.

“Dan kini menantu kami sedang hamil tua anak pertama, makanya dia nanti tidak bisa ikut dalam proses pemakaman nanti,”ujar Jimat Hugo.

Jimat Hugo Simbolon menjelaskan bahwa kabar duka diterima dari putri sulungnya yang berada di Kabupaten Karawang, pada (9/4) malam hari.

“Dia dapat kabar dari satuan, kebetulan putri kami itu sering berkunjung asrama. Nah jadi dia lah yang kasih kabar ke kami, baru dikabari dari batalyon 305,”terangnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, Jimat Hugo menyebut, jasad almarhum Sertu Roybertus Simbolon diperkirakan akan tiba dirumah duka pada Rabu (12/4) sore.

“Dan akan dikebumikan besoknya, hari kamis,”Katanya.

Ia berharap kepada Presiden RI Joko Widodo dan TNI agar memeberikan perhatian khusus bagi keluarga yang ditinggalkan almarhum, khusunya istri yang tengah hamil tua.

“Saya minta kepada Pak Jokowi, anak kami itu meninggalkan seorang istri dalam keadaan mengandung. Enggak bisa ikut ke kampung ini karena alasan kesehatan fisik,” terangnya.

“Pak Jokowi, tolong diperhatikan menantu saya yang sudah tinggal sendirian oleh suaminya karena meninggal saat tugas negara,” pungkasnya.(NIO)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.