Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu meminta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan rehabilitasi Dermaga Kahyapu di Pulau Enggano terlebih dahulu sebelum aset tersebut diserahkan melalui mekanisme hibah Barang Milik Negara (BMN) kepada pemerintah daerah.

‎Sekdaprov Bengkulu Herwan Antoni Tegaskan Dermaga Kahyapu Harus Direhabilitasi Sebelum Serah Terima.


‎Permintaan tersebut disampaikan karena kondisi fisik dan struktur Dermaga Kahyapu dinilai masih perlu mendapat perhatian. Pemprov Bengkulu menginginkan aset negara yang nantinya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah telah berada dalam kondisi baik dan layak digunakan.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin rapat tindak lanjut terkait rencana penyerahan hibah BMN sekaligus rehabilitasi Dermaga Kahyapu, Selasa pagi (15/9), di ruang kerjanya.

‎Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Bapperida, serta Kepala Biro Hukum Pemerintah Provinsi Bengkulu.

‎Dalam rapat itu, Pemprov Bengkulu membahas sejumlah langkah yang perlu dilakukan sebelum proses hibah dan serah terima aset. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah pengecekan kembali kondisi fisik serta struktur Dermaga Kahyapu.

‎Pemprov Bengkulu menilai rehabilitasi perlu dilakukan sebelum dermaga secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar setelah proses serah terima berlangsung, aset yang diterima pemerintah daerah berada dalam kondisi layak dan dapat menunjang kebutuhan masyarakat.

‎Herwan Antoni meminta Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan rencana rehabilitasi dapat direalisasikan sebelum serah terima aset.

‎“Untuk Kepala Dinas Perhubungan, terus dikejar Kementerian Perhubungan pusat. Sebelum serah terima dermaga, ada baiknya dermaganya diperbaiki terlebih dahulu. Ketika aset milik negara sudah kita terima, aset tersebut harus dalam kondisi baik,” tegas Herwan.

‎Menurut Herwan, keberadaan Dermaga Kahyapu memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat di Pulau Enggano. Dermaga menjadi salah satu infrastruktur penting yang menunjang pergerakan masyarakat serta distribusi barang dan kebutuhan dari dan menuju wilayah tersebut.

‎Karena itu, kondisi infrastruktur dermaga perlu dipastikan memadai sebelum pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Rehabilitasi diharapkan dapat meningkatkan kelayakan fasilitas sekaligus mendukung kelancaran aktivitas transportasi laut masyarakat Enggano.

‎Pemprov Bengkulu menyambut baik rencana hibah BMN dari Kementerian Perhubungan tersebut. Namun, pemerintah daerah tetap menekankan pentingnya memastikan kondisi aset melalui pemeriksaan dan perbaikan terlebih dahulu.

‎Pemerintah provinsi juga berkomitmen menjaga konektivitas menuju Pulau Enggano agar tetap berjalan secara optimal. Dengan infrastruktur dermaga yang lebih baik, akses transportasi laut diharapkan semakin mendukung aktivitas masyarakat serta memperkuat keterhubungan Pulau Enggano dengan wilayah Bengkulu.

‎Selanjutnya, koordinasi antara Pemprov Bengkulu dan Kementerian Perhubungan akan terus dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi dan hibah Dermaga Kahyapu berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.