Sago Halaban.(Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Ruas jalan yang menghubungkan Payakumbuh – Lintau Tanah Datar ( Sumbar) selalu saja menjadi keluhan pengguna jalan. Pasalnya setiap diperbaiki tidak berselang lama rusak berat lagi, menyulitkan kendaraan roda empat yang liwat. Untuk menghindari jalan yang rusak itu, kebanyakan mobil- mobil yang akan menuju Payakumbuh terpaksa berputar arah liwat Batu Sangkar yang jaraknya cukup jauh. Lobang-lobang jalan yang menjadi hebat ikan itu sulit untuk dihindari oleh pengguna jalan.
Parahnya, meski sudah berhitung tahun, namun sejumlah jalan itu tidak juga kunjung diperbaiki. Walau sudah ada yang diperbaiki, tapi belum selesai pengerjaan jalan itu, yang lainnya ikutan bertambah rusak.
Terparah adalah kondisi ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai yang berada di Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, dimana kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan para pengguna jalan. Bagaimana tidak, jalan yang merupakan kewenangan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu kondisinya sudah banyak yang berlubang. Ketika hujan turun, lubang-lubang di jalan tersebut dipenuhi dengan genangan air dan licin. Membuat pengguna jalan banyak terkicuh.
Melihat kondisi itu, warga Limapuluh Kota tak henti-hentinya mengeluh dan berharap agar ruas jalan dengan panjang lebih kurang 7 kilometer yang sudah lama rusak parah itu, agar segera direalisasikan perbaikannya. Bahkan tidak sedikit pula pengguna jalan yang sudah mengalami kecelakaan di ruas jalan tersebut.
Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor asal Kabupaten Sijunjung, yang cukup sering melewati jalan tersebut, kepada wartawan, juga mengaku prihatin dengan kondisi Jalan Payakumbuh-Sitangkai ini. “Sangat memprihatinkan. Semoga segera mendapat perbaikan. Apalagi bagi kami yang melewati jalan ini setiap hari, karena tidak ada jalan alternatif lainnya. Kalaupun ada rutenya sangat jauh. Jadi kami memang harus melewati jalan yang rusak parah ini,” ucapnya.
Salah seorang tokoh masyarakat Limapuluh Kota Robi Mukhsis ikut memberikan tanggapan terkait tak kunjung selesainya polemik Jalan Payakumbuh-Sitangkai ini. Menurutnya, saat ini jalan tersebut sudah harus segera diperbaiki. Dimana jalan yang parah itu, panjang kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai mencapai lebih kurang 7 kilometer dengan melewati tiga nagari, yakni Nagari Labuah gunuang, Tanjung Gadang dan Nagari Halaban. “Semakin parah, tepatnya disimpang Taratak. Kalau tidak cepat ditanggulangi akan menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan. (NS/FD)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan