Pekanbaru, Berita Merdeka Online Undangan koordinasi kepada 128 penangkaran (bangunan) milik pengusaha walet di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (19/9/2023) pagi. Tak dipenuhi undangan. Rapat koordinasi bagi pengusaha penangkaran walet yang direncanakan berlangsung di aula Kantor Kecamatan Tualang hanya dihadiri sebanyak 5 orang dari 100 undangan yang disampaikan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Tualang Mursal SSos menyampaikan kekesalannya terhadap pengusaha atau pemilik penangkaran walet saat ini.

“Kalian tak menghargai kami (Pemerintahan Kecamatan Tualang) dan tak ada yang hadir, saya capek dan banyak kegiatan lainnya,” kesal Mursal.

“Kalau tak mau mengikuti aturan nanti kita akan segel saja,” kata Camat Tualang dihadapan beberapa pengusaha atau pemilik penangkaran walet yang hadir.

Dikatakan Camat Tualang, dia akan memberikan waktu kapan kepada semua pengusaha atau pemilik penangkaran walet dapat hadir untuk membahas persoalan ini.

“Kalau tak juga, udah kita undang tim yustisi turun untuk mengecek dan melihat perizinan, kalau tak memiliki izin kita segel saja nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Staff UPT DPPKD Tualang khusus Koordinator Walet, Rumah Makan dan Perhotelan meminta waktu kepada seluruh pemilik atau pengusaha walet Kecamatan Tualang untuk dapat memenuhi undangan berikutnya.

“Kapan semua pemilik atau pengusaha walet ada waktu untuk melaksanakan rapat koordinasi ini, nanti kita beri pemberitahuan,” kata Arifin Pramana SSos kepada media ini. (SIMON)