Kampar, Berita Merdeka Online Sejumlah keluhan masyarakat terkait pelayanan dan pengawasan di SPBU Pertamina Nomor 14.284.689 yang berlokasi di Jalan Pasir Putih, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menjadi perhatian publik. Kondisi antrean kendaraan yang dinilai tidak tertata dan dugaan lemahnya pengawasan terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi memicu berbagai reaksi dari pengguna jasa, Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, antrean kendaraan tampak memanjang hingga memengaruhi akses keluar dan masuk area SPBU. Kendaraan angkutan barang, kendaraan perusahaan, serta kendaraan pribadi terlihat menggunakan jalur antrean yang sama tanpa pengaturan yang jelas.

Situasi tersebut disebut-sebut memicu ketegangan di antara pengguna SPBU karena sejumlah kendaraan masuk dari berbagai arah sehingga terjadi perselisihan antarpengendara.

Suasana antrean kendaraan di SPBU Pertamina Nomor 14.284.689 Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, yang menjadi sorotan akibat keluhan masyarakat terkait pelayanan dan pengawasan.

Salah seorang konsumen yang ditemui di lokasi mengaku kondisi antrean dinilai semrawut akibat tidak adanya petugas yang mengatur arus kendaraan.

“Kondisinya kacau. Kendaraan masuk dari berbagai arah dan memicu keributan karena antreannya tidak tertata,” ujarnya.

Selain persoalan pelayanan, masyarakat juga menyoroti mekanisme pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar.

Beberapa kendaraan angkutan barang dan kendaraan perusahaan terlihat melakukan pengisian BBM subsidi, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian distribusi dengan ketentuan yang berlaku.

Sejumlah warga berharap Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyaluran BBM subsidi dilakukan sesuai regulasi serta mencegah potensi penyalahgunaan.

Keluhan lain datang dari seorang konsumen yang berprofesi sebagai wartawan. Ia mengaku mengalami pelayanan yang dinilai kurang memuaskan saat melakukan pengisian BBM.

Menurut keterangannya, operator diduga melakukan pengisian dengan kurang hati-hati sehingga terdapat tetesan BBM yang mengenai bodi kendaraan.

Konsumen tersebut menyampaikan kekhawatirannya karena cairan BBM yang menempel pada cat kendaraan berpotensi menimbulkan kerusakan apabila tidak segera dibersihkan.

Selain itu, ia juga mengaku menerima perlakuan yang dianggap kurang profesional dari oknum petugas dan pengawas SPBU. Bahkan, menurut pengakuannya, terdapat ucapan yang dinilai merendahkan konsumen dan telah terdokumentasi dalam bentuk rekaman video.

Hingga saat ini, informasi tersebut masih berupa pengakuan dari pihak yang bersangkutan dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pengelola SPBU.

Dalam upaya memperoleh informasi yang berimbang, tim media telah berusaha menghubungi Kapolsek Siak Hulu untuk meminta konfirmasi terkait kondisi di SPBU tersebut.

Namun hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum mendapatkan respons.

Demikian pula pihak pengelola SPBU Nomor 14.284.689 Pasir Putih masih diberikan kesempatan untuk menyampaikan hak jawab maupun klarifikasi atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sejumlah masyarakat berharap Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap operasional SPBU, mulai dari aspek pelayanan kepada konsumen, pengaturan antrean kendaraan, standar keselamatan kerja, hingga pengawasan distribusi BBM subsidi.

Selain evaluasi rutin, warga juga mengusulkan dilaksanakannya inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar pelayanan dan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum terdapat pernyataan resmi dari pengelola SPBU maupun aparat kepolisian terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut. (AN)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.