Enggano, Beritamerdekaonline.com — Balai Bahasa Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian Bahasa Enggano dari ancaman kepunahan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Bengkulu Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 13—15 Juni 2026 di SMP Negeri 17 Bengkulu Utara, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

‎Wujud Komitmen Pelestarian Bahasa Enggano, Balai Bahasa Bengkulu Kembali Gelar Bimbingan Teknis Revitalisasi Bahasa Daerah.


‎Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dalam melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya bangsa. Bimbingan teknis tahun ini menjadi pelaksanaan keempat secara berturut-turut sejak program revitalisasi Bahasa Enggano dimulai pada tahun 2023.

‎Dalam sambutannya, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Mariam Tomy, menegaskan bahwa keberhasilan program revitalisasi bahasa daerah sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat setempat.

‎“Kolaborasi aktif pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, dan masyarakat di Pulau Enggano adalah kunci yang menentukan arah program ini ke depannya,” ujar Tomy saat memberikan sambutan, Sabtu (13/6/2026).

‎Ia menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat sebagai penutur dan pewaris bahasa tersebut.

‎Dalam kegiatan bimbingan teknis kali ini, peserta mendapatkan pembelajaran melalui lima modul utama, yakni menulis dan membaca puisi berbahasa daerah, mendongeng berbahasa daerah, berpidato berbahasa daerah, menulis cerita pendek berbahasa daerah, serta tembang tradisi. Materi tersebut disampaikan oleh budayawan Bengkulu, Emong Soewandi, pegiat literasi Darwin Susianto, dan Koordinator Kepala Suku (Pabuki) Enggano, Milson Kaitora.

‎Melalui berbagai materi tersebut, para guru utama diharapkan mampu menjadi agen pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengajarkan dan mengembangkan penggunaan Bahasa Enggano kepada generasi muda.

‎Dukungan terhadap pelestarian Bahasa Enggano juga ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Enggano. Camat Enggano, Yopi Pardiansyah, mengungkapkan bahwa pemerintah kecamatan telah menerbitkan surat edaran tentang kewajiban penggunaan Bahasa Enggano di lembaga pemerintahan dan satuan pendidikan setiap hari Jumat.

‎Menurutnya, kebijakan yang telah berjalan selama satu tahun terakhir tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

‎Setelah pembukaan resmi oleh Camat Enggano, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pelestarian Bahasa Enggano. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Camat Enggano, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, perwakilan masyarakat adat, perwakilan lembaga pendidikan, serta para narasumber kegiatan.

‎Penandatanganan komitmen bersama tersebut menjadi simbol keseriusan seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Enggano sebagai identitas budaya masyarakat setempat. Dengan terjalinnya komitmen ini, diharapkan upaya pelestarian Bahasa Enggano dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat demi memastikan bahasa tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.