BARITO UTARA, beritamerdekaonline.com – Warga Desa Wakat, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, terus mengeluhkan kondisi jalan yang menghubungkan desa mereka dengan daerah lain. Jalur sepanjang 12 km dari Simpang Camb Putih menuju Desa Wakat serta 5 km dari Simpang Jalan Thamrin (Jalan Benangin) mengalami kerusakan parah, terutama saat musim hujan.
“Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak dan belum ada perbaikan signifikan. Jika ingin ke kecamatan atau kabupaten, kami terpaksa menggunakan jalur sungai yang lebih lama dan lebih mahal biayanya,” kata Anang, salah seorang warga, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga:
Polsek Gunung Timang Berbagi Sembako dan Takjil untuk Warga di Bulan Ramadan
Warga mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan jalan melalui pemerintah desa ke instansi terkait, namun hingga kini belum ada tindakan nyata. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan penuh kubangan, membuatnya sulit untuk dilalui kendaraan.
“Desember lalu, pemerintah desa sempat mengupayakan perbaikan dan meminta bantuan alat berat dari Dinas PUPR. Akhirnya, dua unit alat berat, yaitu ekskavator dan grader, didatangkan,” jelas seorang warga setempat.
Namun, warga merasa kecewa karena setelah sempat digunakan, alat berat tersebut dibiarkan terparkir selama tiga bulan tanpa dioperasikan lebih lanjut, padahal kondisi jalan masih jauh dari layak.
Dinas PUPR: Alat Berat Dipinjamkan, Biaya Operasional Ditanggung Desa
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, M. Topik, menyatakan bahwa perbaikan jalan menuju Desa Wakat tidak termasuk dalam program yang didanai dinasnya. Ia menjelaskan bahwa pihak desa hanya mengajukan surat resmi untuk meminjam alat berat, dan Dinas PUPR mengizinkan peminjaman tersebut.
“Seluruh biaya operasional, termasuk bahan bakar dan upah operator, menjadi tanggung jawab pemerintah desa,” ungkap M. Topik, Rabu (11/3/2025).
Baca Juga:
DPRD Hulu Sungai Utara Lakukan Kunker ke DPRD Barito Utara Bahas Evaluasi LKPj 2024
Pernyataan senada disampaikan oleh Kepala UPTD Balai Pengelolaan Peralatan dan Perbekalan DPUPR Barito Utara, Hartadi, ST. Menurutnya, proses perbaikan jalan sempat berjalan, tetapi terkendala karena satu unit alat berat mengalami kerusakan dan sedang diperbaiki, sedangkan alat berat lainnya tidak dioperasikan karena keterbatasan tenaga operator.
Sementara itu, sejumlah warga menduga bahwa dana untuk perbaikan jalan berasal dari Dana Desa dan CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pejabat Kepala Desa Wakat terkait dugaan tersebut. (Carly)





Tinggalkan Balasan