Kepahiang, Berita Merdeka Online – Pemerintah Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menunjukkan komitmen serius dalam mengawal penggunaan Dana Desa tahap pertama. Pada Kamis siang, 22 Mei 2025, Pemdes menggelar kegiatan monitoring fisik lapangan terhadap dua titik proyek pembangunan yang telah rampung: jalan rabat beton dan saluran drainase desa.

Acara monitoring ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bandung Jaya, Suwandi, bersama Camat Kabawetan yang turun langsung ke lokasi. Turut serta dalam rombongan yakni Ketua dan Anggota BPD, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Monitoring dimulai pukul 13.00 WIB dengan suasana kondusif, tertib, dan penuh semangat gotong royong.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolik. Para pejabat benar-benar meninjau kondisi fisik infrastruktur, mengukur kualitas pekerjaan, dan memastikan bahwa dana desa dimanfaatkan sesuai rencana. Pembangunan jalan rabat beton dan drainase yang menjadi fokus kali ini merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki akses dan sanitasi warga, khususnya saat musim hujan.

Monitoring fisik pembangunan tahap pertama Desa Bandung Jaya
Kades dan Camat tinjau rabat beton dan drainase Bandung Jaya

Kepala Desa Bandung Jaya, Suwandi, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sistem pengawasan dan transparansi penggunaan dana desa. “Kami tidak ingin pekerjaan hanya selesai di atas kertas. Hasil harus nyata, kualitas harus terjaga. Ini uang rakyat, dan harus kembali ke rakyat,” ujarnya tegas.

Menurutnya, dengan rampungnya pelaksanaan pekerjaan fisik tahap pertama, Pemdes Bandung Jaya kini siap menyusun dokumen administrasi untuk mengajukan pencairan dana tahap kedua. Proses ini akan segera dimulai agar pembangunan bisa berlanjut tanpa jeda dan warga segera merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Camat Kabawetan mengapresiasi langkah Pemdes Bandung Jaya yang proaktif dalam pelaporan dan pengawasan. Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring seperti ini harus menjadi budaya di seluruh desa, demi menjaga akuntabilitas dan kualitas proyek.

Monitoring ini juga menjadi ajang evaluasi, di mana seluruh pihak—baik pemerintah desa, BPD, maupun masyarakat—dilibatkan untuk mengamati langsung capaian pembangunan. Kolaborasi semacam ini diyakini bisa mempersempit celah penyimpangan dan meningkatkan partisipasi warga.

Pemdes Bandung Jaya patut dicontoh. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka membuktikan bahwa pembangunan desa bukan sekadar proyek, melainkan komitmen nyata pada kesejahteraan rakyat. Pembangunan rabat beton dan siring bukan hanya membangun fisik desa, tapi juga membangun kepercayaan.

Desa Bandung Jaya telah menanam fondasi yang kokoh, bukan hanya di jalan, tapi juga dalam tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat. (Adv/Sampur Buana)