JEPARA, Berita Merdeka Online – Mengawali tahun ajaran baru, Polres Jepara, Polda Jawa Tengah, memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menyampaikan edukasi penting kepada para pelajar.
Edukasi ini mencakup kepatuhan berlalu lintas serta pencegahan berbagai bentuk kenakalan remaja seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, perjudian online, dan kekerasan dalam rumah tangga.
Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menyampaikan bahwa masa MPLS menjadi kesempatan strategis untuk membentuk karakter siswa sejak dini.
Menurutnya, pemahaman mengenai aturan berlalu lintas serta bahaya pengaruh negatif di lingkungan sosial sangat penting diperkenalkan di awal proses pendidikan.
“Kami ingin membangun kesadaran sejak awal kepada para siswa, agar mereka paham bagaimana menjadi pengguna jalan yang tertib dan juga menjauhi hal-hal negatif seperti bullying, narkoba, hingga perjudian online. Ini bagian dari perlindungan terhadap generasi muda,” ungkap AKP Dwi saat ditemui di Mapolres Jepara, Jumat (18/7/2025).
Selama pelaksanaan MPLS, jajaran Bhabinkamtibmas dari berbagai polsek aktif mengunjungi sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA di wilayah Kabupaten Jepara.
Dalam kunjungan tersebut, para petugas memberikan sosialisasi yang dikemas secara interaktif, agar mudah dipahami oleh siswa.
“Materi yang kami sampaikan tidak hanya soal keselamatan berlalu lintas, tapi juga menyoroti isu-isu yang kini marak terjadi di lingkungan pelajar, seperti bahaya narkoba, cyber bullying, hingga dampak negatif judi online,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polres Jepara dalam mendampingi tumbuh kembang remaja agar terhindar dari pergaulan bebas dan tindakan yang melanggar hukum.
Selain itu, peran aktif orang tua dan guru juga ditekankan dalam upaya membangun lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mental anak.
“Kami berharap pihak sekolah dan keluarga dapat bersinergi dalam mengawasi penggunaan internet dan media sosial oleh anak-anak, karena dari sanalah banyak pengaruh negatif bisa masuk,” lanjutnya.
Dalam sesi edukasi, metode yang digunakan bersifat dialogis dan terbuka. Siswa diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan petugas, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dicerna.
“Melalui pendekatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang peduli pada masa depan generasi penerus bangsa,” tutup AKP Dwi. (lim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan