Opini :
DAK Konektivitas untuk Kabupaten Solok Meningkat, Langkah Strategis Menuju Ketahanan Pangan dan Pemerataan Pembangunan
Arosuka, Berita Merdeka Online – Penetapan Kabupaten Solok sebagai salah satu dari 20 daerah prioritas penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026 di bidang konektivitas, khususnya untuk Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN), adalah sebuah capaian strategis yang patut diapresiasi. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Pemerintah Kabupaten Solok, di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu, dalam melakukan advokasi anggaran pembangunan yang berbasis kebutuhan riil daerah dan selaras dengan agenda nasional.
Langkah ini sangat tepat, terlebih karena daerah yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur adalah Kecamatan Lembah Gumanti, sebuah kawasan yang telah lama dikenal sebagai sentra hortikultura unggulan di Sumatera Barat, terutama bawang merah dan cabai merah. Komoditas ini bukan hanya penting bagi petani lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pengendalian inflasi nasional. Maka, membangun konektivitas jalan di kawasan ini bukan semata membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat dan ketahanan pangan Indonesia secara menyeluruh.
Usulan anggaran yang meningkat dari Rp21 miliar menjadi Rp23 miliar juga merupakan langkah realistis, mengingat dinamika harga bahan bangunan serta revisi teknis di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkab Solok tidak asal mengusulkan, melainkan berbasis kajian dan evaluasi yang terukur. Keterlibatan langsung dalam proses teknis bersama Kementerian PUPR, Bappenas, serta penyusunan Rencana Kegiatan (RK) secara kolektif juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

DAK Konektivitas untuk Kabupaten Solok Meningkat, Langkah Strategis Menuju Ketahanan Pangan dan Pemerataan Pembangunan
Namun demikian, capaian ini harus dijadikan titik tolak, bukan titik puas. Infrastruktur jalan yang baik hanya akan memberikan manfaat optimal jika diimbangi dengan penguatan ekosistem pendukung lainnya. Beberapa catatan konstruktif yang perlu menjadi perhatian ke depan antara lain:
1. Penguatan Sistem Distribusi dan Pasar Jalan yang mulus harus terhubung dengan sistem distribusi yang efisien. Perlu adanya sinergi dengan dinas terkait untuk memastikan hasil pertanian tidak hanya mudah diangkut, tetapi juga mendapat akses pasar yang adil dan menguntungkan bagi petani.
2. Pemberdayaan Petani dan Hilirisasi Produk. Pemerintah daerah perlu mendorong petani untuk tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga diarahkan pada pengolahan pascapanen (hilirisasi) agar nilai tambah tetap berada di daerah. Pelatihan, akses teknologi, dan fasilitasi kemitraan menjadi penting di sini.
3. Sistem Monitoring dan Evaluasi Pekerjaan Infrastruktur. Ketepatan waktu, kualitas, dan keberlanjutan infrastruktur sangat bergantung pada pengawasan. Pemkab perlu memastikan bahwa proyek-proyek jalan ini dibangun sesuai spesifikasi teknis dan tidak sekadar memenuhi target fisik semata.
4. Transparansi dan Partisipasi Publik Masyarakat lokal, khususnya yang berada di sekitar lima ruas jalan tersebut, perlu dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengawasan. Ini penting untuk membangun rasa kepemilikan, serta meminimalisasi konflik sosial atau kesalahan teknis di lapangan.
Dengan demikian, DAK konektivitas ini tidak boleh dipandang sebagai proyek jangka pendek, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan Kabupaten Solok sebagai pusat pertanian modern yang berdaya saing. Pemerintah pusat pun sudah memberikan sinyal positif dengan memasukkan Solok dalam daftar prioritas nasional, kini giliran pemerintah daerah membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak disia-siakan.
Kunci keberhasilan ke depan adalah kesinambungan visi, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian untuk berinovasi di luar pola pikir pembangunan konvensional. Kabupaten Solok telah memulai langkah yang tepat. Tinggal bagaimana langkah ini dijaga, diarahkan, dan dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat banyak.
Karena jalan yang baik bukan hanya menghubungkan tempat, tetapi juga harapan dan masa depan. (Nazwir Koto)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan