Solok, Berita Merdeka Online – Bayangkan hidup di era digital seperti sekarang, tapi tak bisa mengakses internet, bahkan sekadar sinyal telepon pun sulit didapat. Itulah kenyataan yang masih dihadapi sebagian warga di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Namun, kabar baik datang dari Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Bupati Solok Jon Firman Pandu kembali mengusulkan pembangunan enam tower BTS Telkomsel untuk mengatasi blank spot di wilayah tersebut.

Ini bukan kali pertama mereka bergerak. Dari enam tower yang diusulkan sebelumnya, lima sudah beroperasi dan satu lagi sedang dalam tahap finalisasi. Artinya, langkah konkret sudah diambil—dan terbukti berhasil. Kali ini, mereka mendorong lagi agar enam titik tambahan bisa segera dibangun.

Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah sinyal masuk ke desa-desa itu. Jangan sampai sinyal kuat hanya dipakai untuk scrolling media sosial atau sekadar menonton video hiburan. Harus ada lompatan pemanfaatan teknologi untuk pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik.

Bayangkan jika anak-anak di pelosok Solok bisa ikut bimbingan belajar online seperti anak-anak kota. Atau para petani bisa memantau harga hasil panen dan cuaca lewat ponsel. UMKM lokal pun bisa naik kelas lewat e-commerce. Ini bukan mimpi. Ini bisa jadi kenyataan jika internet tidak hanya masuk, tapi juga dimanfaatkan secara cerdas dan inklusif.

Langkah berikutnya yang perlu didorong adalah program “Desa Digital Mandiri”. Konsep ini mengajak masyarakat desa bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga bagian dari ekosistem digital. Misalnya, pemuda-pemudi desa bisa dilatih menjadi teknisi jaringan lokal, membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan ke luar daerah.

Apresiasi tentu patut diberikan kepada Andre Rosiade yang konsisten memperjuangkan pembangunan di daerahnya, serta kepada Telkomsel yang terus menunjukkan komitmen untuk menghapus titik-titik blank spot. Tapi ini baru permulaan. Diperlukan kolaborasi lebih luas antara pemerintah pusat, daerah, swasta, komunitas, hingga akademisi agar digitalisasi ini benar-benar berdampak bagi kehidupan masyarakat.

Karena pada akhirnya, tujuan dari hadirnya sinyal bukan sekadar terkoneksi ke dunia luar, tapi membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah—di mana setiap warga, tak peduli tinggal di kota atau di pelosok, punya peluang yang sama untuk berkembang.

Kabupaten Solok sedang melangkah ke arah itu. Tinggal bagaimana kita semua bisa ikut menjaga, mendorong, dan memastikan langkah ini tidak berhenti di tengah jalan. ( Ikhsan Nz )


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.