SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan sebanyak 2.400 non ASN yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap akan diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

Hal itu disampaikannya usai pelantikan 279 PPPK tahap kedua yang digelar, Selasa (9/9). Dari jumlah tersebut, 230 orang merupakan tenaga guru, 45 tenaga teknis, dan 4 tenaga kesehatan.

Agustina menegaskan, Pemkot Semarang tidak bisa lagi menambah tenaga honorer sesuai amanat pemerintah pusat. Karena itu, langkah pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi solusi agar pegawai yang ada tetap bisa diberdayakan.

“Kalau nambah lagi tidak bisa, karena diatur pusat. Sehingga kita harus memaksimalkan yang ada,” ujarnya.

Ia mengakui saat ini Pemkot masih kekurangan pegawai, bahkan terdapat 11 jabatan eselon II yang kosong.

Pelantikan PPPK tahap kedua Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina, melantik 279 PPPK tahap kedua, Selasa (9/9).(day)

Kondisi ini juga dipengaruhi kebijakan pimpinan sebelumnya terkait penambahan usia pegawai yang membuat jarak cukup jauh antara masa pensiun dan rekrutmen baru.

“Kalau kita memetakan di internal, stoknya terbatas. Tapi kita sudah berproses, termasuk mengirim surat ke BKN untuk melakukan asesmen pengisian jabatan maupun pergeseran yang kosong,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menambahkan usulan 2.400 PPPK paruh waktu kini sudah dalam tahap pengajuan Nomor Induk Pegawai (NIP) ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Sudah tahap pengajuan NIP ke BKN. Jika NIP terbit, para pegawai tersebut segera diambil sumpah,” terangnya.

Agustina berharap dengan pengangkatan PPPK, terutama dari tenaga guru, kualitas pelayanan dasar di bidang pendidikan maupun kesehatan semakin meningkat.(day)