KAB SEMARANG | Berita Merdeka Online – Prestasi membanggakan diraih dua peternak muda asal Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, dalam ajang Kontes Domba Ekstrim Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di kompleks Tarubudaya Ungaran, Jumat (22/5/2026).

Dua kakak beradik tersebut yakni Pratama Aji AR (27) dan Satria Aji NR (23), pengelola LOCO Farm yang berlokasi di Temenggungan RT 07 RW 03, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa.

Dalam kategori Jantan Poel, domba jenis Sakub milik mereka sukses meraih Juara 2 dan membawa pulang piala serta uang pembinaan sebesar Rp7 juta.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, di hadapan para peserta dan peternak dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Pratama Aji, alumni UKSW Salatiga, mengaku ketertarikannya terhadap dunia peternakan sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kecintaannya merawat kambing dan domba bermula dari kebiasaan mengikuti sang kakek mencari rumput dan memberi pakan ternak.

“Dulu waktu kecil saya sering ikut eyang mencari rumput dan merawat kambing. Dari situ muncul rasa suka hingga akhirnya serius menekuni peternakan,” ujar Pratama saat ditemui di kandangnya, Jumat sore.

Ia menjelaskan, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membuat dirinya semakin fokus mengembangkan usaha ternak.

Kedua orang tuanya, Budi Dharmiko dan Alfi Rokhana, juga terus memberi motivasi agar usaha tersebut berkembang.

Sejak tahun 2021, Pratama bersama adiknya mulai serius mengelola peternakan domba dan kambing di bawah nama LOCO Farm.

Berbagai penghargaan dari tingkat kabupaten hingga provinsi pun berhasil mereka kumpulkan.

Saat ini, mereka memelihara sekitar 62 ekor kambing dan domba di kandang yang berada tepat di seberang rumahnya. Sebagian besar merupakan jenis lokal unggulan, termasuk Sakub dan Dorper.

Domba Sakub yang berhasil meraih Juara 2 memiliki usia sekitar 2 tahun 8 bulan dengan bobot mencapai 132 kilogram.

Menurut Pratama, jenis Sakub memiliki ciri fisik yang lebih tinggi dan panjang dibanding domba biasa, serta memiliki telinga yang lebih besar.

“Domba Sakub ini memang kami siapkan khusus sebagai pejantan. Untuk pakannya, pagi sampai sore diberi rumput segar, lalu malam hari ditambah campuran ampas tahu, jagung, dan singkong agar pertumbuhannya maksimal,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut semakin memotivasi mereka untuk terus mengembangkan peternakan lokal sekaligus mengenalkan potensi domba unggulan asal Jawa Tengah ke tingkat yang lebih luas. (hs)