Bengkulu, Berita Merdeka Online — HIPMI Culinary Indonesia (HCI) Bengkulu mempertegas kiprahnya dalam mendukung penguatan ekosistem kuliner serta ketahanan pangan daerah. Hal itu terlihat melalui peran aktif HCI pada Festival Edukasi Inflasi 2025 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu di Aveneu Bencoolen Mall, Sabtu (22/11/2025).
Keterlibatan tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal, mengedukasi masyarakat terkait dampak inflasi, sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku UMKM untuk berinovasi dalam menciptakan produk kuliner bernilai ekonomi.
Acara ini menghadirkan Chef Nasional Rudy Choirudin sebagai juri utama, bersama Theresia Devi, perwakilan resmi HIPMI Culinary Indonesia Bengkulu. Keduanya memberikan penilaian profesional terhadap inovasi kuliner yang ditampilkan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

Bank Indonesia menilai, penggunaan bahan pangan lokal seperti sukun, kelor, rebung, hingga hasil pertanian daerah lainnya dapat menjadi solusi untuk menekan tingginya ketergantungan terhadap bahan impor yang berpotensi memengaruhi inflasi.
“Inovasi kuliner yang memanfaatkan produk lokal adalah strategi efektif menjaga stabilitas harga dan sekaligus mengembangkan ekonomi masyarakat,” ujar salah satu pejabat BI Bengkulu dalam kesempatan tersebut.
Pada ajang yang diikuti puluhan peserta ini, Bank Indonesia membagi penilaian dalam dua kategori:
Kategori Umum:
- Juara 1 — Weni Oktaria (Rejang Lebong)
Menu: Mashed Sukun Kelor
Hidangan karbohidrat alternatif bergizi tinggi yang memadukan sukun dan kelor sebagai solusi pangan sehat. - Juara 2 — Tia Istiqomah (Rejang Lebong)
Menu: Mie Celor Curup Gluten Free
Kreasi mie tradisional bebas gluten yang tetap mempertahankan cita rasa khas daerah. - Juara 3 — Debby Hartadi (Kota Bengkulu)
Menu: Fettucine Gulai Rebung Fusion
Inovasi fusion food yang memadukan teknik kuliner modern dengan bumbu lokal gulai dan rebung.
Kategori Instansi:
- Juara 1 — PKK Kota Bengkulu
Menu: Capa Berselimut
Sajian kreatif dan estetik berbahan potensi pangan lokal. - Juara 2 — PKK Kaur
Menu: Brownies Bikayu
Brownies singkong yang dinilai cocok untuk produk UMKM berdaya saing. - Juara 3 — PKK Sukaraja
Menu: Siomay Krimil
Siomay bertenaga rasa dengan tekstur creamy yang tetap bercita rasa lokal.
Festival Edukasi Inflasi 2025 menjadi sarana memperluas literasi masyarakat mengenai hubungan inflasi dan konsumsi pangan. Dengan mendorong masyarakat memilih bahan pangan lokal, kelestarian kuliner daerah semakin kuat dan ekonomi pelaku usaha meningkat.
Selain memberikan ruang kreasi bagi UMKM, kegiatan ini turut menjadi pendorong terciptanya produk kuliner unggulan yang berpotensi menembus pasar nasional hingga global melalui pemasaran digital.
Festival ini menegaskan komitmen kuat HCI Bengkulu sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkenalkan diversifikasi pangan sebagai bagian dari edukasi inflasi. (Antonius)




Tinggalkan Balasan