SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina, melepas 630 pegiat kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Semarang yang akan berlaga pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jateng 2025 yang akan digelar pada 5-7 Desember 2025, di Stadion Manahan Solo.

Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan meminta seluruh peserta menghindari praktik curang dalam bentuk apa pun.

“Di dalam olahraga, sportivitas itu paling penting. Saya tidak ingin kalian menjadi juara dengan cara citing (curang-red). Sepakat? Lakukan yang terbaik, tetapi tidak boleh citing. Yang penting olahraga nomor satu, sportivitas nomor satu,” kata Agustina saat melepas kontingen di Hall Balaikota Semarang, Jumat (5/12).

Meski demikian, Agustina tetap optimistis Kota Semarang mampu mempertahankan gelar juara umum, sebagaimana capaian pada FORDA sebelumnya.

Ia meminta seluruh peserta menjaga perilaku dan memelihara nama baik daerah selama berlaga di Solo.

“Saya minta kalian membawa dan menjaga nama baik Kota Semarang. Pemerintah Kota berusaha maksimal supaya olahraga di kota ini terus maju,” imbuhnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya penguatan peran KORMI sebagai induk pembina olahraga masyarakat di Semarang.

“Dari 630 atlet sebagian besar justru berangkat tanpa pembiayaan dari Pemda. Mereka mandiri,” ungkapnya.

Ia berharap KORMI dapat menjadi organisasi yang menaungi seluruh cabang olahraga rekreasi agar pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Ke depan KORMI harus bisa meratakan pembinaan. Memang kadang KORMI provinsi memberi slot terbatas, tapi mari kita upayakan. Dalam politik itu tidak ada yang tidak bisa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina turut mendorong pemberian bonus bagi pegiat berprestasi agar setara dengan penghargaan yang diterima atlet KONI maupun NPC.

“Siapapun yang menang harus dapat tambahan bonus. Wong duitnya pemerintah kok. Tinggal mengatur alokasi saja. Jadi jangan ragu mengusulkan,” tandasnya yang disambut tepuk tangan para pegiat KORMI.

Agustina mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, disiplin, dan saling menjaga serta mengatur ritme istirahat selama berada di Solo.KORMI Kota Semarang

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Semarang, Lely Purwandari, menjelaskan bahwa KORMI merupakan lembaga yang menaungi olahraga masyarakat.

“Kalau Kormi itu olahraga masyarakat, olahraga rekreasi. Jadi sifatnya kemasyarakatan dan melibatkan banyak orang. Beda dengan KONI. Kalau KONI itu olahraga prestasi, sedangkan KORMI fokus pada olahraga rekreasi,” tuturnya.

KORMI Kota Semarang mengirimkan 32 Induk Organisasi (Inorga) dari total 36 Inorga yang ada di Semarang untuk mengikuti FORDA tahun ini.

“Inorga tersebut terbagi dalam tiga komisi, yakni Olahraga Kesehatan dan Kebugaran, Olahraga Tradisional, serta Olahraga Tantangan,” jelasnya.

Lely menegaskan bahwa pegiat yang diberangkatkan merupakan masyarakat umum dan bukan atlet prestasi. Ia berharap Kota Semarang dapat mengulang pencapaian sebagai juara umum seperti pada FORDA 2024 di Banyumas.

“Kontingen tahun ini juga diwarnai keragaman usia, mulai dari pegiat termuda berusia 6 tahun dari cabang panahan hingga pegiat berusia 80 tahun dari olahraga pernapasan PORPI,” katanya.

Agustina menutup arahannya dengan harapan agar seluruh 630 pegiat dapat mengikuti kompetisi dengan lancar dan kembali ke Semarang dalam keadaan sehat.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Pemkot dan warga Semarang berharap kalian pulang dalam keadaan selamat dan menjadi juara umum,” pungkasnya.(day)