SEMARANG, Berita Merdeka Online — Praktik perjudian jenis toto gelap (togel) di wilayah Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, diduga masih berlangsung bebas dan terbuka meskipun telah dilaporkan oleh masyarakat kepada aparat kepolisian.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah warga terkait keseriusan aparat penegak hukum (APH) dalam memberantas aktivitas ilegal tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, aktivitas judi togel masih beroperasi hingga Jumat (16/1/2026), padahal informasi tersebut telah disampaikan kepada Kapolsek Gunungpati maupun Kasat Reskrim Polrestabes Semarang melalui pesan WhatsApp.
Salah satu titik yang disorot berada di sekitar kawasan terminal Gunungpati dan perempatan dekat SMPN 22. Lokasi tersebut tergolong strategis dan ramai aktivitas warga.
Warga menyebut, praktik perjudian kini dilakukan dengan modus yang lebih rapi dan terstruktur. Para pengelola lapak tidak lagi menggunakan catatan manual di atas kertas.
Seluruh transaksi direkap langsung melalui telepon genggam, sementara pemasang hanya menerima kupon putih tanpa identitas resmi sebagai bukti pemasangan angka.
“Sekarang caranya lebih tertutup, tapi tetap terang-terangan. Orang yang pasang keluar-masuk seperti biasa,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya satu lokasi, warga mengungkapkan bahwa titik praktik judi togel diduga tersebar di beberapa tempat.
Mulai dari sekitar terminal Gunungpati hingga perempatan menuju Polsek yang berdekatan dengan minimarket.
Aktivitas ilegal ini disebut sudah kembali berjalan selama beberapa pekan terakhir dengan pola yang sama.

Warga menilai, pembiaran terhadap praktik judi togel berpotensi memicu dampak sosial yang lebih luas, seperti konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, hingga meningkatnya keresahan lingkungan.
“Yang jadi korban biasanya masyarakat kecil. Mereka tergiur keuntungan cepat, tapi akhirnya justru menambah masalah,” kata warga lainnya.
Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan aparat, terlebih sejumlah lokasi yang disebutkan berada tidak jauh dari fasilitas umum dan kantor kepolisian sektor Gunungpati.
Warga khawatir, jika dibiarkan berlarut-larut, para pelaku akan semakin berani dan praktik serupa kian meluas.
Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penindakan tegas dan menyeluruh, bukan sekadar razia sesaat.
Pengawasan berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan praktik perjudian benar-benar hilang dari wilayah Gunungpati.
“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk. Kami ingin lingkungan yang aman dan bersih dari judi,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Darma Sena belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp. (lm)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan