SEMARANG, Berita Merdeka Online – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa rencana pelaksanaan Muktamar NU masih dalam tahap pematangan internal.
Ia menegaskan, agenda strategis organisasi tersebut harus melalui proses yang panjang dan tidak bisa diputuskan secara cepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya usai menghadiri peresmian Gedung PCNU Kota Semarang di Jalan Puspogiwang I Nomor 47, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, PBNU saat ini tengah melakukan konsolidasi dan pembahasan intensif terkait arah dan tahapan menuju Muktamar.
Proses tersebut mencakup perencanaan berbagai agenda pendahuluan yang menjadi syarat utama sebelum Muktamar digelar.
“Pembicaraan soal Muktamar sudah berjalan di internal PBNU. Namun, ini bukan agenda yang bisa disiapkan secara instan,” kata Gus Yahya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah forum penting yang harus dilaksanakan terlebih dahulu, seperti Konferensi Besar NU dan Musyawarah Nasional Alim Ulama.
Seluruh rangkaian itu, kata dia, sedang disusun agar sesuai dengan tata kelola organisasi dan kebutuhan jam’iyah.
Saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan Muktamar, Gus Yahya mengaku belum dapat memberikan kepastian.
Ia menyebut masih banyak aspek teknis dan organisatoris yang perlu diperhitungkan secara matang.
“Belum bisa ditentukan. Masih banyak hal yang harus dihitung dan dipersiapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, PBNU juga tengah menyiapkan agenda nasional terdekat, yakni resepsi peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 tahun berdasarkan kalender masehi.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026.
Gus Yahya menyebut, resepsi satu abad NU akan digelar pada 31 Januari 2026 di Gedung Istora Senayan, Jakarta, dan akan dihadiri berbagai unsur serta tokoh nasional.
“Insyaallah dilaksanakan pukul 09.00 WIB di Istora Senayan. Semua pihak terkait akan kami undang,” tutupnya. (arh)
Editor: Mualim




Tinggalkan Balasan