SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani dampak hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Rabu (18/2). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik dan sempat menghambat arus lalu lintas.
Berdasarkan laporan lapangan, pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi, di antaranya depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Suratmo samping Bank Negara Indonesia, depan Posko PMK Induk hingga menimpa kendaraan terparkir, serta mengenai rumah warga di Tambak Boyo. Selain itu, baliho di Kebonharjo roboh dan atap dapur SPPG di Mangkang Kulon terangkat akibat terpaan angin kencang.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang bersama perangkat daerah terkait, penanganan langsung dilakukan dengan mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan material yang menutup akses jalan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta memulihkan aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan.
Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemerintah juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, terutama kawasan dengan pepohonan besar dan wilayah yang sebelumnya tercatat rentan saat hujan lebat dan angin kencang.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengimbau masyarakat agar tidak parkir maupun berteduh di bawah pohon saat hujan dan angin kencang.
“Langkah mitigasi telah dilakukan melalui perapian dan pemangkasan pohon yang dinilai rawan tumbang di area dengan aktivitas masyarakat tinggi,” ujarnya.
Ia juga mendorong warga berperan aktif melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar melalui kanal pengaduan resmi seperti Lapor Semar, surat aduan ke Pemkot, maupun media sosial resmi Disperkim agar dapat segera ditindaklanjuti.(day)



Tinggalkan Balasan