Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, suasana Pasar Pusat Padang Panjang terlihat semakin tertib, nyaman, dan ramai oleh aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.
Perubahan tersebut merupakan hasil dari rangkaian kegiatan penataan pasar yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis sejak awal pekan ini.
Pemerintah Kota Padang Panjang melakukan langkah-langkah penataan untuk memastikan aktivitas pedagang berjalan lebih teratur serta memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Penataan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali Pasar Pusat sebagai pusat perekonomian masyarakat.

Langkah awal penataan dilakukan pada Ahad malam, 8 Maret 2026, ketika Wali Kota Hendri Arnis meninjau langsung kondisi Pasar Pusat.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota memastikan aktivitas pedagang musiman berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Pada malam itu masih terlihat beberapa pedagang non kuliner berjualan di pinggir jalan meskipun pemerintah telah mengimbau agar aktivitas berdagang dilakukan di dalam gedung pasar.
Sebelumnya, pemerintah telah menyediakan deretan kios khusus bagi pedagang musiman di dalam gedung pasar.
Penempatan kios tersebut dilakukan melalui mekanisme pendaftaran serta pengundian lokasi guna menjamin pemerataan bagi para pedagang.

Melihat kondisi tersebut, Wali Kota mengarahkan para pedagang musiman untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa penataan pedagang merupakan langkah penting untuk menjaga ketertiban kawasan pasar.
Menurutnya, kenyamanan masyarakat yang datang berbelanja harus menjadi prioritas utama, terutama menjelang Lebaran.
Wali Kota juga menekankan bahwa pemerintah tetap memberikan dukungan kepada para pedagang untuk menjalankan usaha mereka.
Namun demikian, kedisiplinan dalam mengikuti aturan tetap harus diutamakan demi kelancaran aktivitas jual beli.

Keesokan harinya, Senin malam, 9 Maret 2026, penataan pasar kembali dilanjutkan oleh pemerintah kota.
Pada malam tersebut dilakukan penertiban terhadap pedagang musiman non kuliner yang masih berjualan di luar lokasi yang telah ditentukan.
Wali Kota Hendri Arnis kembali turun langsung memimpin penertiban sekaligus memantau kondisi pasar.
Dalam kesempatan itu, ia juga memerintahkan penertiban parkir liar yang menghambat akses masuk ke kawasan pasar.
Menurutnya, pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi tidak boleh terlihat semrawut atau dipenuhi kendaraan yang parkir sembarangan.
Ia menilai fasilitas kios yang telah disediakan di dalam gedung pasar sudah cukup memadai bagi para pedagang musiman.
Karena itu, tidak ada alasan bagi pedagang untuk berjualan di badan jalan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Penertiban tersebut turut mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Allex Saputra, Penjabat Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Memasuki Selasa malam, 10 Maret 2026, suasana Pasar Pusat semakin hidup seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang berbelanja.
Suasana pasar yang lebih tertata membuat arus pengunjung lebih lancar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat berbelanja.
Pemerintah Kota Padang Panjang optimistis Pasar Pusat akan terus berkembang sebagai pusat perdagangan yang tertib, ramai, dan menjadi kebanggaan masyarakat kota. (Pariwara)
(Charles Nasution
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan