Pekalongan, Berita Merdeka Online – Panitia Amil Zakat Mushola Al Mujahidin yang berada di Desa Srinahan RT 03 RW 01, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mulai mengintensifkan pelayanan penerimaan dan penyaluran zakat kepada masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Sejak Kamis (19/3/2026), panitia secara resmi membuka layanan bagi para muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepedulian sosial serta memastikan distribusi zakat tepat sasaran.
Pengurus Mushola Al Mujahidin sekaligus penanggung jawab panitia menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal Ramadan. Panitia melakukan pendataan serta inventarisasi calon penerima zakat berdasarkan kategori yang berhak, seperti fakir, miskin, dan golongan lainnya.

Selain itu, panitia juga menyosialisasikan informasi kepada masyarakat bahwa layanan penerimaan zakat telah dibuka. Sosialisasi dilakukan melalui pengumuman di mushola dan komunikasi langsung kepada jamaah.
“Pelayanan kami buka setiap hari setelah ba’da Dzuhur hingga ba’da Isya,” ujar pengurus panitia.
Panitia Amil Zakat Mushola Al Mujahidin menerima berbagai jenis zakat, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, hingga infak dan sedekah. Untuk zakat fitrah, besarannya disesuaikan dengan bahan pokok yang umum dikonsumsi masyarakat, yakni sekitar 2,5 hingga 3 kilogram beras per jiwa.
Sementara itu, zakat mal umumnya disalurkan dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan syariat. Panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan infak dan sedekah sebagai bentuk tambahan kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Dalam proses distribusi, panitia menggunakan sistem kupon yang dibagikan kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran zakat berjalan tertib dan tepat sasaran.
Pengurus menyebutkan bahwa sistem ini telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya dan terbukti efektif dalam menghindari tumpang tindih penerima.
Selama beberapa hari sejak dibukanya layanan, antusiasme masyarakat untuk menunaikan zakat dinilai cukup tinggi. Warga datang dengan penuh kesadaran untuk menunaikan kewajiban sekaligus memperbanyak amal ibadah di bulan suci Ramadan.
“Banyak masyarakat yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujar panitia.
Sosialisasi juga terus dilakukan melalui grup WhatsApp serta pengumuman setelah salat tarawih agar masyarakat segera menunaikan zakat sebelum Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, panitia berhasil menyalurkan zakat kepada sekitar 180 penerima manfaat. Pada tahun 2026 ini, panitia menargetkan peningkatan jumlah penerima menjadi sekitar 200 orang.
Target tersebut dinilai realistis mengingat meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat serta semakin baiknya sistem pendataan yang dilakukan panitia.
Panitia berharap seluruh zakat yang terkumpul dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, zakat juga diharapkan menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial serta mendatangkan keberkahan bagi para pemberi maupun penerima.
“Semoga zakat yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan menjadi amal ibadah yang membawa keberkahan,” tutup pengurus.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata peran aktif masyarakat dalam mengelola zakat secara mandiri dan transparan, sekaligus mendukung nilai-nilai keagamaan dan sosial selama Ramadan. (Waryadi)




Tinggalkan Balasan