Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Seluma, Emil Reza Satyagraha, menegaskan komitmennya untuk segera memperkuat organisasi serta mendorong pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Kabupaten Seluma.
Pernyataan tersebut disampaikan Emil usai mengikuti pelantikan kepengurusan DPC Gekrafs se-Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gekrafs Provinsi Bengkulu. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi langkah awal bagi Gekrafs Seluma untuk mulai menjalankan berbagai program yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah.
Emil mengatakan bahwa salah satu agenda prioritas setelah pelantikan adalah melengkapi struktur kepengurusan DPC Gekrafs Seluma agar organisasi dapat bekerja secara optimal dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan.
“Karena Gekrafs Seluma ini masih tergolong baru, langkah pertama yang akan kami lakukan adalah melengkapi kepengurusan agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik dan terarah,” ujarnya, di Aula Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (16/6/2026).
Selain melakukan konsolidasi internal, pihaknya juga berencana menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Seluma. Dalam waktu dekat, Gekrafs Seluma akan mengajukan audiensi dengan Bupati Seluma untuk memperkenalkan organisasi sekaligus menyampaikan visi, misi, dan program kerja yang akan dijalankan.
Menurut Emil, dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di daerah.
“Kami ingin memperkenalkan Gekrafs kepada pemerintah daerah serta menyampaikan berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Seluma,” katanya.
Tidak hanya itu, Gekrafs Seluma juga akan mulai melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Seluma. Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengetahui potensi yang dimiliki daerah sekaligus menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan yang tepat sasaran.
“Langkah awal yang harus dilakukan adalah pendataan. Setelah data pelaku usaha dan ekonomi kreatif tersedia secara lengkap, kami bisa mengetahui kebutuhan mereka dan menentukan program yang dapat memberikan manfaat nyata,” jelas Emil.
Ia menambahkan bahwa Gekrafs Seluma akan berupaya merangkul sebanyak mungkin pelaku UMKM agar dapat berkembang bersama melalui berbagai program pembinaan, promosi, dan penguatan kapasitas usaha.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat pengembangan UMKM di Seluma. Emil menilai hubungan yang erat antara Gekrafs dan HIPMI dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas pasar.
“Saat ini masih banyak produk unggulan Seluma yang belum dikenal secara luas. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk memperkenalkan produk-produk tersebut kepada masyarakat Bengkulu, kemudian memperkuat identitas dan pemasarannya agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Emil berharap Gekrafs Seluma dapat menjadi wadah yang efektif bagi para pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia optimistis potensi besar yang dimiliki Kabupaten Seluma dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun sektor ekonomi kreatif yang lebih maju dan berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan