KAB SEMARANG | Berita Merdeka Online – Kebakaran menghanguskan sebuah usaha penjualan BBM eceran (Pertamini) di Dusun Jetis RT 04 RW 06, Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat pemilik usaha sedang mengisi bahan bakar dari jeriken ke tangki penyimpanan Pertamini.
Pada saat proses pengisian berlangsung, diduga muncul percikan api dari mesin pompa yang langsung menyambar bahan bakar sehingga kobaran api tak dapat dihindari.
Api dengan cepat membesar hingga membakar mesin Pertamini.
Kobaran kemudian merembet ke bagian teras rumah milik korban dan mengenai sebagian teras rumah warga di sekitarnya.
Teriakan minta tolong dari istri pemilik usaha mengundang perhatian warga.
Mereka kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak semakin meluas.
Laporan diterima Pos Damkar Ungaran sekitar pukul 16.20 WIB.
Selang tiga menit, personel diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.30 WIB.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.45 WIB sebelum merambat ke bangunan lain. Setelah itu dilakukan proses pendinginan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Upaya pemadaman melibatkan personel Damkar Pos Ungaran, Damkar Pos Bergas, BPBD Kabupaten Semarang dengan dukungan mobil tangki dan kendaraan rescue, serta aparat kepolisian.
Akibat kejadian tersebut, pemilik Pertamini, Sutikno, mengalami luka bakar pada tangan dan kaki.
Korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain menyebabkan korban luka, kebakaran juga menghanguskan dua unit sepeda motor, masing-masing Honda Vario dan Yamaha Jupiter.
Nilai kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas mengingatkan para pelaku usaha penjualan BBM eceran agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, termasuk memastikan kondisi mesin dan peralatan dalam keadaan baik saat melakukan pengisian bahan bakar guna meminimalkan risiko kebakaran. (liem)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan