Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota DPR RI Komisi XIII, M. Shadiq Pasadigoe, menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Aula Mitra Penganten, Kota Padang Panjang, Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan itu diikuti ratusan relawan dan dihadiri unsur pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.

Hadir dalam acara tersebut, anggota Komisi XIII DPR RI, Shadiq Pasadoqoe, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Imbral, Wakapolres Padang Panjang Kompol Sugianto, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Padang Panjang Muhammad Abby Habibullah, Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, serta Pelaksana Tugas Direktur Advokasi BPIP RI Fuad Himawan.

Dalam sambutannya, Shadiq menilai penguatan ideologi kebangsaan menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial, derasnya arus informasi, dan perkembangan teknologi.

Menurut dia, Pancasila tidak cukup dipahami sebagai simbol negara, tetapi harus menjadi landasan berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia,” kata Shadiq.

Ia mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan falsafah masyarakat Minangkabau, yakni adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, yang menurutnya telah lama menjadi fondasi kehidupan sosial di Sumatera Barat.

Shadiq mengatakan kegiatan penguatan ideologi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Ia berharap gerakan semacam ini mampu membentuk karakter generasi muda agar tetap menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui karya serta pengabdian.

Pelaksana Tugas Direktur Advokasi BPIP RI Fuad Himawan menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan pada kurangnya pengetahuan tentang Pancasila, melainkan bagaimana nilai tersebut diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Menurut dia, Pancasila hadir ketika masyarakat saling membantu tanpa membedakan latar belakang dan ketika perbedaan diselesaikan melalui dialog, bukan pertentangan.

“Pancasila tidak boleh berhenti menjadi teks yang dibaca dalam upacara dan tidak cukup hanya dihafalkan sebagai lima sila,” ujar Fuad.

Fuad menjelaskan, setiap sila memiliki bentuk pengamalan yang konkret. Mulai dari menjaga toleransi antarumat beragama, membantu kelompok rentan, memperkuat persaudaraan, membiasakan musyawarah, hingga memperluas kesempatan masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih layak.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan perkembangan teknologi dan cepatnya arus informasi sering kali tidak diikuti dengan penguatan etika sosial.

Karena itu, menurut dia, relawan Gerakan Kebajikan Pancasila memiliki posisi strategis sebagai penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

“Relawan harus menjadi agen perubahan yang memberi teladan dan mengedukasi masyarakat untuk bergerak ke arah yang lebih baik,” kata Allex.

Ketua DPRD Kota Padang Panjang Imbral menyebut kegiatan tersebut relevan dengan tantangan kehidupan berbangsa pada era digital.

Ia mengatakan masyarakat Padang Panjang selama ini hidup dengan nilai yang sejalan dengan Pancasila melalui tradisi religius, musyawarah, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Menurut Imbral, penguatan relawan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mendorong praktik nyata nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.