Bengkulu Tengah, Beritamerdekaonline.com – Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menegaskan bahwa proses kaderisasi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Hal itu disampaikannya saat membuka secara resmi Pelatihan Tunas 1 dan 2 Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) se-Provinsi Bengkulu yang digelar di Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Dalam sambutannya, Rachmat mengatakan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan program pemerintah, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Karena itu, ia menilai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus melahirkan calon-calon pemimpin masa depan.
”Anak-anak muda tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan. Mereka harus diberikan ruang untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari proses itulah akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang siap mengabdi kepada masyarakat,” ujar Rachmat.
Di hadapan puluhan kader TIDAR dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, Rachmat mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, proses kaderisasi bukan sekadar kegiatan organisasi, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan pemimpin yang mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Ia mengaku pengalaman aktif berorganisasi sejak usia muda telah memberikan banyak pelajaran berharga hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengalaman tersebut, katanya, membentuk kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
”Kaderisasi bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk puluhan tahun ke depan. Apa yang dipelajari dalam organisasi akan menjadi bekal ketika nanti memimpin di berbagai bidang, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun organisasi kemasyarakatan,” katanya.
Rachmat juga menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Bengkulu Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR tingkat Provinsi Bengkulu. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung pembinaan generasi muda.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan kader yang aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Rachmat mengungkapkan bahwa potensi generasi muda di Bengkulu Tengah sangat besar. Berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 40 persen penduduk Bengkulu Tengah merupakan kalangan muda yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat untuk membangun daerah.
Dengan jumlah tersebut, ia optimistis Bengkulu Tengah memiliki peluang besar melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.
”Generasi muda adalah aset daerah. Kalau mereka dibina dengan baik, diberikan ruang untuk berkembang, serta didukung melalui organisasi yang sehat, saya yakin mereka akan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan daerah maupun memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujar Rachmat.
Bupati juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan untuk memperluas wawasan, membangun jaringan, dan meningkatkan kemampuan kepemimpinan. Menurutnya, organisasi harus menjadi tempat belajar yang mampu melahirkan kader-kader yang adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Pelatihan Tunas 1 dan 2 TIDAR se-Provinsi Bengkulu tersebut diikuti kader muda dari berbagai daerah di Bengkulu. Melalui kegiatan itu, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki integritas, semangat pengabdian, serta kesiapan menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, dan Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan