GAYO LUES, BERITA MERDEKA ONLINE – Rencana penyaluran bantuan bibit kopi dan kakao kepada kelompok tani di Kabupaten Gayo Lues masih mengalami penundaan. Bantuan yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani tersebut belum dapat disalurkan karena proses administrasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) pada sejumlah kelompok tani belum rampung.
Kepala Bidang Perkebunan, Riduansyah, menjelaskan penyaluran bantuan bibit kopi dan kakao masih menunggu penyelesaian data dan persyaratan CPCL. Kondisi tersebut menyebabkan jadwal pembagian bibit kepada petani mengalami perubahan dari rencana sebelumnya.
Keterangan tersebut disampaikan Riduansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, penyelesaian data CPCL menjadi salah satu tahapan yang perlu dituntaskan sebelum bantuan dapat disalurkan kepada kelompok tani penerima.

“Penyaluran bibit kopi dan coklat masih tertunda karena CPCL kelompok tani belum rampung. Karena itu, waktu pembagian kepada petani mengalami perubahan jadwal,” ujar Riduansyah.
Ia berharap para petani dan kelompok tani yang telah mengajukan usulan bantuan dapat bersabar hingga seluruh tahapan administrasi diselesaikan.
Bantuan bibit kopi dan kakao menjadi salah satu program yang dinantikan kelompok tani di Kabupaten Gayo Lues. Daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Bukit tersebut memiliki potensi sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan sebagian masyarakat.
Program bantuan bibit diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Namun, hingga Kamis (27/8/2026), penyaluran bantuan tersebut belum dapat dilakukan karena proses CPCL masih dalam tahap penyelesaian.
Riduansyah mengatakan, kelompok tani yang telah mengusulkan bantuan diharapkan tetap menunggu proses yang sedang berjalan.
“Kami berharap kepada para petani dan kelompok tani yang telah mengusulkan agar bersabar. Setelah proses administrasi dan CPCL rampung, penyaluran dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Berita Merdeka Online masih berupaya memperoleh informasi lebih rinci mengenai jumlah pengadaan bibit kopi dan kakao, jenis bibit yang akan disalurkan, jumlah kelompok tani penerima, serta sumber anggaran program tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Ir. Abdul Hakim, hingga berita ini ditulis belum memperoleh keterangan. Awak media telah berupaya meminta penjelasan terkait program bantuan bibit tersebut, namun informasi rinci mengenai jumlah dan jenis bibit serta sumber pembiayaan belum berhasil diperoleh.
Karena itu, Berita Merdeka Online belum dapat menyajikan data secara detail mengenai nilai anggaran maupun jumlah bantuan yang akan diterima masyarakat.
Sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik, informasi mengenai program bantuan bibit tersebut akan terus dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Selain program bantuan bibit kopi dan kakao, awak media juga berupaya memperoleh penjelasan terkait sejumlah program pembangunan dan pengembangan pengairan sawah di Kabupaten Gayo Lues.
Namun, hingga saat ini, informasi yang dibutuhkan belum seluruhnya dapat diperoleh. Berita Merdeka Online akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada instansi terkait serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan informasi mengenai pelaksanaan program pemerintah di daerah tersebut.
Langkah konfirmasi diperlukan untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterbukaan informasi mengenai program pemerintah menjadi penting agar masyarakat, khususnya calon penerima manfaat, dapat mengetahui tahapan pelaksanaan program, persyaratan, jadwal penyaluran, serta perkembangan kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Dalam kasus penyaluran bantuan bibit kopi dan kakao di Gayo Lues, penyelesaian CPCL menjadi salah satu informasi utama yang disampaikan pihak bidang perkebunan sebagai alasan penundaan penyaluran.
Masyarakat dan kelompok tani kini menunggu kepastian penyelesaian proses tersebut serta jadwal terbaru pembagian bantuan.
Berita Merdeka Online akan terus memantau perkembangan program bantuan bibit perkebunan dan berupaya mendapatkan klarifikasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues mengenai jumlah bibit, jenis bantuan, sumber anggaran, kelompok penerima, serta mekanisme penyalurannya.
Informasi lanjutan akan disampaikan setelah data dan keterangan dari pihak berwenang diperoleh secara lengkap. (KS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan