Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menyatakan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi muda melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan karakter. Ia berharap Pelatihan Da’i Muda Bumi Merah Putih yang digagas Pemuda dan Risma Masjid Baitul Izzah (PRISMA) dapat menjadi wadah melahirkan generasi pendakwah yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Zulhendri saat menghadiri Pelatihan Da’i Muda Bumi Merah Putih di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan perdana yang diinisiasi PRISMA Masjid Baitul Izzah ini diikuti 125 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Peserta terdiri atas pelajar, mahasiswa, remaja Islam masjid (Risma), serta guru mengaji desa yang mewakili daerah masing-masing.
Menurut Zulhendri, pembinaan keagamaan dan penguatan karakter merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan penguatan spiritualitas generasi muda.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan program Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yakni Mitigasi Langit, yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter masyarakat.
“Gubernur Bengkulu sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini. Ini merupakan bagian dari perpanjangan program beliau, Mitigasi Langit. Sebagaimana program yang telah berjalan, Retreat Merah Putih telah diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, bahkan juga oleh para pelajar di Provinsi Bengkulu,” ujar Zulhendri.
Zulhendri juga mengapresiasi langkah PRISMA Masjid Baitul Izzah yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan agama sekaligus mengembangkan kemampuan berdakwah.
Bahkan, menurutnya, kegiatan tersebut berpeluang disinergikan dengan program pembinaan karakter dan Retreat Siswa yang selama ini telah dilaksanakan di lingkungan sekolah.
“Program pelatihan da’i muda ini sangat bagus. Mewakili Gubernur Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Kegiatan ini nantinya akan kita hubungkan dengan program Retreat Siswa yang sudah kita laksanakan di sekolah. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan dengan program dan kegiatan yang lebih banyak lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda dan Risma Masjid Baitul Izzah, Wawan, mengatakan bahwa dakwah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan ceramah di atas mimbar.
Menurutnya, dakwah merupakan upaya mengajak masyarakat mengenal kebesaran Allah Swt., meneladani kemuliaan Rasulullah saw., serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Seorang da’i tidak mesti harus selalu tentang berceramah. Namun, ketika kita membicarakan keagungan dan kebesaran Allah serta kemuliaan Rasulullah, itu sudah termasuk dakwah. Da’i adalah penerus tugas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ungkap Wawan.
Ia berharap pelatihan perdana tersebut tidak hanya menghasilkan generasi muda yang mampu berbicara di depan umum dan menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga memiliki pemahaman Islam yang baik, mengamalkan ajarannya, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Komitmen PRISMA Masjid Baitul Izzah dalam mengembangkan dakwah juga diwujudkan melalui sejumlah program lanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di antaranya menjalin kerja sama dengan Pos Dai dalam program pembinaan mualaf di Pulau Enggano serta menginisiasi Gerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur’an.
Melalui program tersebut, PRISMA berupaya memperluas jangkauan dakwah agar tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan, memperkuat pendidikan Al-Qur’an, dan memberikan pembinaan keislaman kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pelatihan Da’i Muda Bumi Merah Putih diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan dakwah generasi muda yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.
Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, memiliki akhlak mulia, serta peduli terhadap persoalan umat.
Sebab, keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari karakter, keteladanan, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan