Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus menunjukkan hasil nyata dalam pembinaan kemandirian warga binaan.

LUBUK BASUNG, AGAM, Berita Merdeka Online.Com – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus menunjukkan hasil nyata dalam pembinaan kemandirian warga binaan. Pengawasan rutin yang dilakukan pada sektor peternakan ayam, bebek, dan perikanan berjalan tertib dan lancar, dengan hasil produksi telur yang membanggakan.

Kegiatan pengawasan rutin tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2026), di area SAE Lapas Kelas IIB Lubuk Basung.

Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan program pembinaan kemandirian di bidang peternakan dan perikanan bagi warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kondisi kandang, pemberian pakan ternak, serta pencatatan dan penghitungan produksi telur harian.

Hasilnya, produksi telur bebek mencapai 60 butir per hari, sementara produksi telur ayam layer mencapai ± 260 butir per hari.

“Produksi ini adalah bukti bahwa pembinaan kemandirian di SAE berjalan dengan baik. Warga binaan tidak hanya belajar beternak, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujar Budi Suharto.

Menurut Budi Suharto, kegiatan pengawasan rutin ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak dan kebersihan kandang tetap terjaga, sehingga produktivitas ternak dapat terus meningkat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelatihan keterampilan bagi warga binaan, agar setelah bebas nanti mereka memiliki bekal keahlian untuk bekerja dan berusaha secara mandiri di tengah masyarakat.

“Kita ingin warga binaan pulang dengan keterampilan, bukan hanya sekadar menjalani hukuman. Dengan keahlian beternak ini, mereka bisa membuka usaha sendiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” jelasnya.

Budi Suharto menambahkan, sektor peternakan dan perikanan di area SAE Lapas Kelas IIB Lubuk Basung akan terus dikembangkan sebagai salah satu program unggulan pembinaan kemandirian.

Pihaknya berharap, dengan pengawasan yang rutin dan pembinaan yang berkelanjutan, produktivitas ternak di SAE Lapas Lubuk Basung akan semakin meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi warga binaan maupun bagi Lapas itu sendiri.

“SAE ini adalah tempat belajar dan tempat berubah. Di sini warga binaan dilatih untuk mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tutupnya.

Kegiatan pengawasan rutin tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar, dan telah dilaporkan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat sebagai bentuk atensi pimpinan.
(KN).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.