BREBES, Berita Merdeka Online – Adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan lokasi bekas Pasar Kalierang Bumiayu, yang pada waktu itu tanggal 27-11-2022, diresmikan oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti disambut gembira oleh masyarakat Bumiayu dan sekitarnya.
Ruang Terbuka Hijau, memiliki banyak manfaat, sebagai paru-paru dari sebuah kota atau wilayah, karena seluruh tumbuhan yang ada pada RTH dapat menyerap karbondioksida (CO2), menghasilkan oksigen, menurunkan suhu, serta memberikan suasana sejuk, menjadi area resapan air.
Pembangunan tahap pertama RTH atau masyarakat Bumiayu menyebutnya alun-alun, dimulai dengan memasang papan nama yang bertuliskan “Ruang Terbuka Hijau,Bumiayu Asri” dan pot bunga, yang menghadap selatan atau tepatnya ke Jalan KH. Ahmad Dahlan Bumiayu.
Pemasangan papan nama, RTH Bumiayu Asri menghadap selatan ke Jalan KH. Ahmad Dahlan dan tidak jelasnya pembangunan selanjutnya, menuai kritik dari sejumlah aktivis dan seniman.
“Pembangunan tahap pertama RTH, itu proyek tergesa-gesa, tidak matang. Pemasangan papan nama “Bumiayu Asri” kenapa menghadap ke selatan, seharusnya ke Barat jalan nasional Pangeran Diponegoro,” jelas Bung Omang salah satu aktivis yang hadir dalam acara “Rempug Bareng Aktivis dan Seniman “, Minggu (21/4/2024) malam.
Menurutnya, Pemda Brebes harus memberikan kewenangan kepada warga Brebes Selatan terutama Bumiayu terkait desain (gambar) RTH.
“Kami akan melibatkan semua unsur, baik arsitek dan terutama rekan-rekan seniman mereka semua mempunyai gagasan serta ide, supaya RTH ini bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua LSM Pampera Pataldas Fastabiqul Khaierat Muhammad Jamil mengatakan, RTH akan berkontribusi terciptanya keanekaragaman hayati serta mengurangi polusi udara.
“RTH akan berdampak positif kepada masyarakat, terutama bagi kesehatan fisik dan mental. Kita sediakan ruang-ruang bersama yang nyaman untuk berinteraksi sesama warga dan tempat santai dengan keluarga,” ungkap M. Jamil.
Alik Setiawan, S.Sn salah satu perwakilan seniman dari Komunitas Sedulur Seni Rupa Bumiayu menyampaikan harapannya, RTH menjadi tempat untuk berkreasi dan ekspresi komunitas seni dan komunitas lainnya di Brebes Selatan.
Sehingga diharapkan RTH akan hidup dengan kegiatan-kegiatan positif yang kreatif, diisi oleh masyarakat Bumiayu dan wilayah Brebes Selatan lainnya.
Rempug bareng aktivis peduli lingkungan dan seniman menghasilkan beberapa kesepakatan:
1. Perlu dievaluasi papan nama Bumiayu Asri yang menghadap ke selatan, artinya agar dipindah ke barat menghadap jalan nasional Tegal-Purwokerto
2. Rencana gambar disesuaikan dengan kearifan lokal Bumiayu. Aura ciri has Bumiayu lebih dominan dan minta desain gambar para seniman Brebes Selatan yang akan mengerjakan.
3. Menata kota Bumiayu agar RTH benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan keasriannya.
4. Melakukan audensi dengan Pemda Brebes, agar segera terwujud pembangunan RTH Bumiayu Asri.
5. Merangkul semua anggota DPRD wilayah selatan, dengan maksud dan tujuan agar mengawal aspirasi masyarakat Brebes Selatan bisa terwujud.
Hadir dalam acara tersebut, sejumlah perwakilan aktivis peduli lingkungan dan sejumlah perwakilan para seniman dari wilayah Brebes Selatan. (Wawan Bambang AK).




Tinggalkan Balasan