DEMAK, Berita Merdeka Online – Memasuki abad kedua perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) diingatkan untuk kembali meneguhkan kekuatan utamanya, yakni struktur ranting di desa-desa serta pondok pesantren.

Basis inilah yang selama ini menjadi fondasi kultural sekaligus penjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Penekanan tersebut disampaikan Ali Abdul Rohman, penanggung jawab kegiatan peringatan Harlah NU ke-100 sekaligus pelantikan Pengurus NU Ranting Desa Kalikondang Masa Khidmat 2025–2030.

Kegiatan itu digelar di Pondok Pesantren Al-Falah, Perum Kalikondang Pesona Asri, Kabupaten Demak, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Ali, keberlanjutan NU sangat bergantung pada perhatian pengurus pusat hingga daerah terhadap ranting dan pesantren.

Ia menilai pengurus di tingkat bawah merupakan ujung tombak gerakan NU sekaligus penjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

“PBNU hingga jajaran di bawahnya perlu memberi fokus lebih besar pada penguatan ranting NU di desa serta pesantren. Dari situlah denyut kehidupan NU terus terjaga,” ujarnya.

Prosesi pelantikan pengurus NU Ranting Kalikondang berlangsung khidmat dengan dihadiri Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, yang juga dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Banten.

Sejumlah tokoh NU turut hadir, di antaranya Rois Syuriah PCNU Demak KH. Zaenal Arifin Ma’sum, Ketua PCNU Demak KH. Muhammad Aminuddin Masyhudi, jajaran pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU, serta ribuan warga Nahdliyin.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Demak KH. Muhammad Aminuddin Masyhudi mengingatkan bahwa amanah kepengurusan harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam melayani umat.

“Pengurus NU harus hadir di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai organisasi, dan memastikan NU tetap menjadi rumah besar bagi umat,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan PWNU Jawa Tengah KH. Muhammad Fahsin menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga tradisi dan merespons perkembangan zaman.

Ia mengajak seluruh pengurus NU untuk tetap melestarikan amaliyah khas NU, sekaligus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.

Pada sesi mauidhoh hasanah, KH. Ma’ruf Amin menegaskan peran strategis NU sebagai organisasi ulama yang memikul tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan.

Ia menyebut pesantren sebagai pilar utama dalam mencetak kader-kader santri penerus perjuangan ulama.

“NU harus terus diperkuat dari dalam. Organisasi yang kuat tidak mudah digoyahkan dan tidak gampang diarahkan ke kepentingan lain,” pesannya. (af)

Editor: Mualim


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.