Muara Teweh, Berita Merdeka Online — Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, menegaskan perlunya sinergi dan konsistensi lintas sektor dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Barito Utara. Hal ini ia sampaikan usai menanggapi hasil Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 yang digelar di Palangka Raya. Sabtu 06 Desember 2025
Berdasarkan data BPS Kalimantan Tengah 2025, Barito Utara masih memiliki 744.000 jiwa atau 5,52% penduduk miskin. Gun Sriwitanto menilai angka tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Target penurunan hingga 4,6% di tahun 2030 harus diiringi langkah konkret dan berkelanjutan, bukan hanya sebatas wacana,” ujarnya.
Gun menilai penurunan kemiskinan tidak bisa berjalan efektif tanpa strategi yang inovatif, terukur, dan melibatkan seluruh sektor.

Gun juga menyoroti tantangan lain: melambatnya laju pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan laporan ekonomi triwulanan, pertumbuhan Barito Utara turun dari 2,92% pada Triwulan I menjadi 2,48% pada Triwulan II tahun 2025.
“Ini sinyal bahwa sektor riil dan UMKM perlu didorong lebih maksimal. Penguatan UMKM bukan hanya seremonial, tetapi harus menyentuh pendampingan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mengapresiasi tiga strategi utama Pemkab dalam penguatan kapasitas pelaku UMKM, namun mengingatkan bahwa kemudahan akses permodalan harus menjadi prioritas.
Gun menegaskan bahwa penyusunan Rancangan RPKD Kabupaten harus melibatkan semua pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting agar program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran.
“DPRD siap mendukung melalui fungsi anggaran dan pengawasan. Ini demi memastikan program pemerintah benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai melalui konsistensi kebijakan lintas sektor dan komitmen jangka panjang. (Carli)




Tinggalkan Balasan