MURUNG RAYA, beritamerdekaonline.com —  Penanganan Stunting bagi anak balita sebagai generasi penerus merupakan aset untuk masa depan bangsa.

Stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah karena dampaknya yang berkepanjangan sehingga diperlukan intervensi berkelanjutan dalam pencegahan dan penurunan angka stunting di Indonesia.

Anggota Komisi II DPRD Murung Raya (Mura) dari PDI- Perjuangan, Bebie, S.H., M.M., M.A.P mengatakan stunting salah satu program pemerintah yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, ucapnya Sabtu 11/03/2023.

Jadi dalam menekan penurunan stunting diperlukan partisipasi pemerintah, swasta berperan aktif ikut dalam pencegahan dan penurunan Stunting khususnya di kabupaten Murung Raya , tegas Bebie.

” Kekurangan gizi biasanya mengakibatkan gagal tumbuh perkembangan anak balita ( Stunting ), terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penanganan stunting tidak hanya tugas bidang Kesehatan, tetapi juga menjadi tugas seluruh stake holder terkait termasuk pihak swasta, baik dari sisi penyediaan pangan yang bergizi, kualitas sanitasi, lingkungan bersih, dan beberapa hal lain yang menunjang, mendukung , pencegahan dan menekan stunting”.

Jadi penanganan stunting sebaiknya dilaksanakan sejak dini dan tidak dilaksanakan dalam waktu yang singkat, maka perlu dilakukan komitmen bersama dari seluruh pihak agar penanganan dilakukan terus menerus dan berkesinambungan.” tegas Bebie.

Dalam menghindari stunting harus ada langkah yang terukur dalam merealisasikan pemenuhan target kesehatan anak di kabupaten Murung Raya.

Dikatakan pemerintah menargetkan prevalensi stunting di tanah air mencapai 14% pada tahun 2024. Hal itu berarti para pemangku kepentingan harus menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 10,4% dalam waktu kurang dari dua tahun.

Bebie melanjutkan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah adalah mengajak masyarakat atau perusahaan swasta mengarahkan kegiatan CSR-nya untuk mengakselerasi penurunan angka stunting di daerah-daerah yang prevalensi stuntingnya dianggap tinggi, hal itu dilakukan demi masa depan anak bangsa.

Dibutuhkan keseriusan dan konsistensi para pemangku kepentingan dalam merealisasikan sejumlah program penurunan angka stunting di daerah masing-masing, terangnya.

Dalam menghindari stunting tidak cukup hanya pemberian makanan tambahan, terapi lebih dari itu, juga harus dilakukan kecukupan zat besi pada remaja putri dan ibu hamil serta kecukupan gizi pada ibu hamil, untuk mencegah bayi yang lahir tidak kekurangan gizi sehingga mencegah pertambahan angka kematian.

Untuk itu Bebie menghimbau agar semua pihak harus ikut terlibat aktif dalam menekan dan pencegahan angka Stunting, termasuk pihak perusahaan nasional,swasta yang beroperasi di kabupaten Murung Raya jangan berpangku tangan, ” harapnya. (Carli)