SEMARANG, Berita Merdeka Online – Tragedi jatuhnya helikopter Douphin HR-3602 milik Basarnas yang terjadi pada 2 Juli 2017 kembali dikenang dengan kegiatan doa bersama dan tabur bunga di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Acara ini dimulai dengan doa bersama pada malam hari di gedung serba guna SMP 2 Desa Canggal, dilanjutkan dengan tabur bunga di monumen titik jatuhnya helikopter pada pagi harinya.
Kepala Basarnas Semarang, Budiono, hadir dalam acara tersebut dan menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat rutin diselenggarakan serta mendoakan agar arwah para pahlawan kemanusiaan tragedi jatuhnya helikopter Douphin HR-3602 diterima di sisi Tuhan. Budiono mengingatkan bahwa sudah 7 tahun berlalu sejak peristiwa 8 personel pahlawan kemanusiaan meninggal.
“Sudah 7 tahun berlalu 8 personil pahlawan kemanusiaan tragedi jatuhnya helikopter Douphin HR-3602 meninggalkan kita. semoga amal kebaikan serta arwahnya di terima di sisi Tuhan yang Maha Esa serta keluarga yang di tinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, keikhlasan,” ujar Budiono.
Tanggal 2 Juli 2017 tepatnya 7 tahun yang lalu Hely Basarnas jenis Douphin HR-3602 yang sedang melaksanakan siaga arus mudik dan balik Lebaran 1438H di Gringsing Kendal hendak melaksanakan misi kemanusiaan setelah mendapatkan informasi meletusnya kawah sileri yang ada di kawasan Dieng Kabupaten Banjarnegara dan ada indikasi korban terdampak. Namun saat terbang menuju lokasi, Heli tersebut mengalami kecelakaan akibat kabut tebal di gunung Butak sekitar pukul 16.17 WIB dan menewaskan seluruh penumpangnya.
Nama-nama personel yang gugur antara lain:
Crew Heli dari TNI AL Surabaya:
1. Kapten Laut (p) Haryanto
2. Kapten Laut (p) Li Solihin
3. Serka Mpu Hari Marsono
4. Peltu LPU Budi Santoso
Tim Basarnas Semarang:
1. Nyoto Purwanto
2. Budi Restiyanto
3. Catur Bambang S.
4. Maulana Affandi
Acara doa bersama dan tabur bunga dihadiri oleh 338 orang, terdiri dari 40 personel Basarnas Semarang dan 298 orang dari potensi SAR. Budiono berharap bahwa upaya dan simpati dalam memperingati gugurnya saudara-saudara kita dapat mengobati rasa sedih dan kejadian ini tidak terulang kembali.
“Semoga upaya, simpati kita dalam memperingati gugurnya saudara kita bisa mengobati rasa sedih dan kejadian ini tidak terulang kembali. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sehingga kegiatan Do’a bersama dan tabur bunga berjalan lancar tanpa kendala apapun,” pungkas Budiono. (day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan