PANDAI SIKEK (Sumatera Barat), Beritamerdekaonline.com — Kementerian Ekonomi Kreatif RI/Badan Ekonomi Kreatif mendorong Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menjadi desa atau nagari kreatif berbasis musik melalui penguatan komunitas, peningkatan kapasitas pelaku seni, serta perluasan akses pasar bagi karya musik lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bincang Kreatif Musik bertajuk Membangun Desa Kreatif Berbasis Komunitas yang digelar Direktorat Musik Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif RI/Badan Ekonomi Kreatif di Aula Lapangan Bola MTI Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (27/10/2026)
Tenaga Ahli Menteri Ekraf, Kepala Badan Ekraf Bidang Perencanaan Keuangan dan Program Ekraf, Riwud Mujirahayu, yang mewakili Direktur Musik saat membuka kegiatan, mengatakan pengembangan potensi lokal melalui ekonomi kreatif dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk budaya, dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
“Melalui program Flagship Desa Kreatif, kita ingin menggerakkan potensi lokal agar bernilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mengentaskan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat,” kata Riwud.
Menurutnya, musik memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi kreatif karena tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pengikat komunitas, penjaga kearifan lokal, dan penguat identitas budaya.
Ia menilai, musik dari desa berpeluang bersaing di tingkat nasional hingga global apabila didukung pembinaan yang tepat, tata kelola profesional, digitalisasi, serta akses pasar yang lebih luas.
Namun, pengembangan ekonomi kreatif di tingkat desa masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses digital, kapasitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan, dan jejaring ekosistem kreatif yang belum terhubung secara optimal.
Karena itu, kegiatan Bincang Kreatif Musik diarahkan menjadi ruang kolaborasi untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi musik lokal, meningkatkan kapasitas pelaku musik berbasis komunitas, serta memperkuat pendampingan bagi pengembangan ekosistem kreatif di nagari.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendorong digitalisasi, penguatan branding, dan perluasan akses pasar agar karya seniman lokal memperoleh ruang promosi yang lebih luas sekaligus memiliki nilai ekonomi. Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan strategi pengembangan desa kreatif berbasis musik yang konkret, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pada tahun anggaran 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif memfokuskan pembinaan di sejumlah lokasi di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Nagari Pandai Sikek diharapkan menjadi salah satu percontohan pengembangan ekosistem musik lokal yang mandiri dan sejahtera.
“Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi dan semangat kebersamaan antara pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan pelaku usaha,” ujarnya.
Kali ini, kegiatan hari kedua Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut diikuti 49 peserta dari kalangan masyarakat umum dan berbagai komunitas sanggar kesenian. Dua narasumber yang dihadirkan ialah Dhani Widjanarko atau Dhani Pette dari tingkat pusat dan Jhori Andela, S.Sn., M.Sn., sebagai narasumber lokal.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar, Inhendri Abbas, S.Pd., wali nagari, serta sejumlah undangan lainnya.
Riwud berharap pengembangan ekonomi kreatif berbasis musik dapat melengkapi potensi Nagari Pandai Sikek yang selama ini dikenal dengan kerajinan songket dan kekayaan adatnya, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya musisi dan karya kreatif lokal.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah strategis dalam mengembangkan ekosistem musik di Tanah Datar.
“Mari kita jadikan alunan nada dan karya musik dari Nagari Pandai Sikek sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Dengan demikian, musik diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Nagari Pandai Sikek.
(Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan