Jakarta, Berita Merdeka Online – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terus mempercepat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di wilayah Jawa Tengah. Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan hunian masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah “gentengisasi”, yakni penggunaan material genteng produksi daerah seperti dari Kebumen dan Jepara. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan permintaan produk UMKM sekaligus memperkuat sektor industri kecil di daerah.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa program bedah rumah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Program ini harus memberikan dampak nyata, tidak hanya rumah yang lebih layak, tetapi juga ekonomi masyarakat yang ikut bergerak,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, penggunaan material lokal menjadi kunci dalam menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Dengan melibatkan pelaku usaha setempat, program ini mampu membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM.
Pengrajin genteng di berbagai daerah di Jawa Tengah menjadi salah satu sektor yang diproyeksikan merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini. Peningkatan permintaan dinilai akan mendorong kapasitas produksi serta kualitas produk.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah relatif terkendali. Namun, pemerintah tetap mengoptimalkan program BSPS sebagai langkah preventif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan program serupa sebelumnya telah terlihat di Majalengka, di mana kebijakan gentengisasi mampu menyerap produk UMKM dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp3 miliar.
Selain aspek ekonomi, program ini juga terintegrasi dengan agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap program bedah rumah tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Dmos)




Tinggalkan Balasan