BREBES, Berita Merdeka Online – Dengan tema “Ngopeni ODGJ Sepenuh Ati”, Wadah Kepedulian Jiwa (Wakaji) Puskesmas Buaran Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, memberikan santunan kepada 118 orang yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ), pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Program ini sudah berjalan lima tahun, dengan tujuan untuk menunjukkan bentuk kepedulian dan kemanusiaan terhadap pasien ODGJ dan keluarga mereka.
Wakaji merupakan salah satu program unggulan / inovasi Puskesmas Buaran, berfokus pada penanganan, perawatan, dan pengobatan bagi ODGJ.
Sejak diluncurkan, program ini tidak hanya berperan dalam memberikan perawatan medis, tetapi juga dalam memberikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga pasien, agar mereka dapat ikut berperan aktif dalam proses penyembuhan.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowati,SKM.,M.Kes, Forkopincam Bantarkawung, serta sejumlah kepala desa di wilayah Bantarkawung. Turut hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga dari pasien ODGJ yang menerima bantuan.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Buaran, Cipto Sudrajat, S.Kep.,Ns, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap berbagai pihak yang telah mendukung dan memberikan semangat kepada program Wakaji.
“Alhamdulillah, program Wakaji telah berjalan selama lima tahun dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa,” ujarnya.
Cipto menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar memberikan santunan, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ODGJ membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sekitar.
“Harapannya ODGJ dapat menerima perhatian yang layak, tidak hanya dari keluarga, tetapi juga dari masyarakat sekitar agar mereka tidak mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Cipto Sudrajat menegaskan bahwa Wakaji tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga memastikan keberlanjutan perawatan kepada pasien ODGJ, dengan harapan mereka dapat sembuh, mandiri, dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowati, SKM., M.Kes, juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Puskesmas Buaran dengan inovasi program Wakaji.
“Program Wakaji telah memberikan kontribusi besar dalam merawat dan mendukung pasien ODGJ.
Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk bagi saudara-saudara kita yang mengalami gangguan jiwa,” kata Ineke.
Ineke juga menekankan pentingnya kolaborasi antar seluruh elemen tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes untuk bersikap responsif dalam setiap aspek pelayanan kesehatan, sesuai dengan program yang digagas oleh Bupati Brebes, salah satunya yaitu “Door to Door” atau pelayanan kesehatan dari pintu ke pintu.
“Kami berharap agar para tenaga kesehatan bisa segera merespons setiap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan, tanpa menunggu masalah kesehatan tersebut viral atau menjadi perhatian publik,” ujarnya tegas.

Ineke Tri Sulistyowati juga mengingatkan pentingnya sinergitas dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes, dengan menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan waktu dalam menangani masalah kesehatan sangatlah penting.
“Jangan sampai masalah kesehatan baru diperhatikan setelah viral. Jika ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan, segera laporkan agar bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Sejak diluncurkannya, program Wakaji telah memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat.
Banyak pasien ODGJ yang telah sembuh dan dapat kembali beraktivitas normal, bahkan ada yang telah kembali bekerja.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga memberikan harapan dan dukungan penuh yang sangat dibutuhkan oleh keluarga pasien.
Dengan terus berlangsungnya program ini, Wakaji diharapkan dapat menjadi model dalam penanganan dan perawatan ODGJ, serta dapat menginspirasi lebih banyak lagi wilayah lain untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan jiwa masyarakat. (Wawan Bambang AK)




Tinggalkan Balasan